Breaking News:

Berita Banjarnegara

Strategi Perajin Tempe di Banjarnegara Saat Harga Kedelai Naik Tinggi, Ukuran Diperkecil

Kondisi ini membuat produsen tempe dilematis. Untuk menaikkan harga tempe mengikuti kenaikan harga bahan baku cukup berat. Terlebih di tengah kondisi

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
khoirul muzaki
Pembuatan tempe di rumah Turyono Kelurahan Argasoka, Kecamatan Banjarnegara (TRIBUN/KHOIRUL MUZAKKI)  

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Tempe menjadi makanan rakyat yang hampir dikonsumsi setiap keluarga. Kebutuhan makanan berbahan kedelai itu pun tinggi.

Tak ayal, di berbagai daerah banyak berkembang Industri tempe untuk memenuhi kebutuhan pasar. 

Tak kecuali di Dusun Dusun Wanasari Kelurahan Argasoka, Kecamatan Banjarnegara.

Kurang lebih ada 40 industri rumah tangga yang setiap hari memproduksi tempe di wilayah ini. 

Usaha yang dijalankan turun temurun sejak puluhan tahun lalu itu nyatanya masih eksis hingga sekarang.  

Setiap hari, ibu-ibu rumah tangga di kampung itu disibukkan dengan aktivitas membuat tempe yang masih tradisional. 

Seperti di rumah Turyono, Ketua Kelompok Tempe Daun Nyangku Jaya. 

Di ruangan belakang,  beberapa pekerja sibuk membungkus bahan tempe dengan lembaran daun Nyangku. 

Pandemi bagi Turyono tak begitu berdampak terhadap usahanya. Kecuali saat awal-awal pandemi 2020 lalu sempat sedikit lesu. Tapi itu tak berjalan lama.  

Meski ekonomi masyarakat sedang sulit, masyarakat tetap mengonsumsi tempe karena harganya terjangkau. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved