Breaking News:

Berita Wonosobo

Ancaman Deforestasi di Tengah Gemerlap Wisata Dieng

Aktivitas pertanian di dataran tinggi Dieng yang makin masif turut ancam kelestarian hutan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul muzaki
Bekas terasering di lereng Gunung Prau yang kini sudah tertutup tegakan. 

TRIBUNBANYUMAS. COM, WONOSOBO - Aktivitas pertanian di dataran tinggi Dieng yang semakin masif turut mengancam kelestarian hutan lindung.

Tingginya nilai ekonomi kentang tak ayal me

Patok di lahan yang ditanami kentang warga.
Patok di lahan yang ditanami kentang warga. (Tribun Jateng/Khoirul muzaki)

mbuat warga berhasrat memerluas penguasaan lahan.  Kawasan hutan lindung berisiko menjadi sasaran perluasan lahan pertanian. 

Dieng adalah wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu yang meliputi Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, hingga Cilacap di sisi hilirnya. 

Sebagai wilayah hulu DAS, Dieng berfungsi sebagai kawasan resapan air yang harus dijaga kelestariannya. 

Tribun mencoba menelusuri kawasan Perhutani di sisi selatan atau timur gunung Prau Dieng untuk memantau kondisi hutan itu. Wilayah itu masuk dalam Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara. 

Sampai batas lahan pertanian warga, tampak patok diduga tapal batas wilayah Perhutani dengan lahan masyarakat. Anehnya, patok itu justru berdiri di dalam lahan yang ditanami kentang warga. 

Memasuki wilayah hutan lindung, pemandangan berubah. Tidak  lagi terlihat lahan pertanian. Hutan hanya dipenuhi pepohonan. 

Sunyi hanya pecah saat angin meniup Cemara, hingga rantingnya bergesekan.  Juga nyanyian hewan hutan yang seakan mencari perhatian pejalan. 

Sekitar 20 menit perjalanan, ratusan meter di bawah lereng hutan, tampak lahan terbuka di balik rimbun pepohonan. Lahan itu seperti baru saja dibajak dan siap ditanami. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved