Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kisah Pohon Apel Dongeng Anak Sebelum Tidur

Kisah Pohon Apel Dongeng Anak Sebelum Tidur. Inilah dongeng anak sebelum tidur tentang kisah sebuah pohon apel.

Penulis: non | Editor: abduh imanulhaq
Majalah Bobo
Kisah Pohon Apel Dongeng Anak Sebelum Tidur 

Kisah Pohon Apel Dongeng Anak Sebelum Tidur

TRIBUNJATENG.COM - Inilah dongeng anak sebelum tidur tentang kisah sebuah pohon apel.

Pada suatu hari hiduplah sebuah pohon apel yang sangat besar dan rimbun. 

Buahnya banyak, manis, dan berwarna merah.

Sorang anak kecil pun senang bermain di sekitar pohon itu.

Namun, semakin besar, anak kecil itu sudah tidak lagi bermain di sekitar pohon. 

Si Pohon Apel pun bersedih.

Hari berganti hari anak kecil tersebut kini sudah tumbuh remaja.

Ia pun datang ke tempat Pohon Apel tersebut. 

“Hai, kemarilah dan bermain-main di sekelilingku,” kata si Pohon Apel.

“Aku tidak sempat bermain. 

Aku kelaparan dan tidak memiliki uang. 

Aku tidak tahu harus berbuat apa,” ucap Si Anak.

“Kalau begitu, ambil saja semua buahku untuk kamu jual di pasar,” tawar si Pohon Apel. 

Si Anak senang sekali.

Ia pun mengambil semua pohon apel.

Anak yang kini telah tumbuh remaja tersebut menjualnya.

Hingga dirinya kini bisa mendapatkan uang.

Setelah sekian lama, Si Anak tidak datang lagi.

Hal itu pun kini membuat si Pohon Apel kesepian.

Namun, beberapa tahun setelah itu, Si Anak kembali.

Pohon apel itu pun senang sekali.

Pohon Apel mengajaknya kembali bermain di sekitarnya.

“Aku tidak punya waktu bermain, rumahku habis kebakaran, 

dan aku serta anak istriku tidak memiliki rumah lagi sekarang,” ujar Si Anak sedih.

“Kalau begitu, potong saja dahanku untuk dijadikan rumahmu,” ucap Si Pohon Apel. 

Si Anak gembira luar biasa dan langsung memotong habis batang pohon.

Bahkan si anak hanya menyisakan sedikit batang serta akarnya.

Bertahun-tahun lamanya Si Anak tak kembali lagi. 

Si Pohon Apel benar-benar merasa kesepian. 

Namun, saat Si Anak datang, wajahnya sudah tua dan tubuhnya sudah bungkuk.

“Apa lagi yang kau butuhkan? 

Aku sudah tidak memiliki apa-apa. 

Buahku sudah habis, batangku pun sudah kau tebang. 

Aku hanya memiliki akar saat ini,” ucap Si Pohon Apel.

“Aku hanya membutuhkan sebagai tempat beristirahat untuk tempat tinggal abadiku. 

Aku memilih tempat ini di dekatmu karena kamu adalah teman terbaikku,” ungkap Si Anak.

Si Anak yang sudah menjadi kakek-kakek itu pun meninggal dunia.

Ia dikuburkan di dekat pohon apel itu. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved