Kendal Beribadat

Pemkab Kendal Gelar Penandatanganan Rembuk Stunting Cegah Anak Kekurangan Gizi

Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar kegiatan Penandatanganan Rembuk Stunting.

Editor: abduh imanulhaq
PEMKAB KENDAL
Pemkab Kendal menggelar Penandatanganan Rembuk Stunting, Rabu (27/10/2021), di Pendopo Tumenggung Bahurekso. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemkab Kendal menggelar Penandatanganan Rembuk Stunting, Rabu (27/10/2021), di Pendopo Tumenggung Bahurekso.

Acara tersebut dihadiri Bupati Kendal Dico M Ganinduto B.Sc., Forkopimda Kabupaten Kendal, para Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda, para Kepala OPD terkait, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal Wynne Frederica beserta jajaran.

Kemudian para camat di Kabupaten Kendal beserta PLKB, para kepala desa locus stunting, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, dan akademisi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, dr. Budi Mulyono menyampaikan, tujuan kegiatan ini untuk menyampaikan gambaran kondisi stunting di Kabupaten Kendal.

Selanjutnya menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi percepatan pencegahan stunting terintegrasi di Kabupaten Kendal.

"Selain itu, juga mendeklarasikan komitmen Pemerintah Daerah dan menyepakati kegiatan intervensi percepatan pencegahan stunting terintegrasi tahun berjalan dan tahun rencana, dan membangun komitmen publik dalam kegiatan Percepatan Pencegahan stunting terintegrasi di kabupaten," tambah Budi Mulyono.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Wynne Frederica mengatakan, angka stunting Kabupaten Kendal sebesar 8,3% (4.324 balita) dan di tahun 2021 sebesar 9,5% (5.017 balita).

Meningkatnya angka stunting ini tidak hanya di Kabupaten Kendal saja, namun juga dialami oleh kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

Menurut Ketua PKK Kendal ini, penyebab stunting adalah kekurangan gizi dalam waktu lama.

Terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak pada 1.000 hari pertama kelahiran.

Penyebabnya karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral serta buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewan.

“Salah satu penyebab stunting memang dari faktor makanan, namun sebetulnya pemberian makanan saja tidak cukup. Ternyata stuting juga dialami oleh orang yang secara materinya mampu. Maka dari itu, perlu adanya perubahan pola mengasuh anak yang baik. Salah satunya tidak memaksa anak untuk makan. Cari celah dimana anak sedang merasa lapar agar anak makan dengan lahap sehingga anak bisa tumbuh dengan baik,” ujar Wynne Frederica.

Wynne Frederica yang juga Duta Stunting Nasional mengatakan, dia memiliki dua program.

Pertama, akan ada tim yang mendatangi rumah warga untuk melakukan sosialisasi terkait pencegahan stunting.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved