Breaking News:

Berita Solo

Reaksi Komnas Menwa Indonesia Tanggapi Tuntutan Pembubaran Menwa di UNS Solo 

Kematian Gilang Endi Saputra saat mengikuti kegiatan Diksar Menwa UNS beberapa waktu lalu berbuntut tuntutan agar keberadaan Menwa di kampus dibubarka

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: galih permadi
TribunSolo.com/Septiana Ayu
Jenazah GE yang meninggal saat diklat Menwa UNS di rumah duka Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kematian Gilang Endi Saputra saat mengikuti kegiatan Diksar Menwa UNS beberapa waktu lalu berbuntut tuntutan agar keberadaan Menwa di kampus dibubarkan. 

Tuntutan menggema saat ratusan mahasiswa UNS menggelar aksi solidarita dengan simbol 100 lilin untuk Gilang. 

Kepala Staf Komnas Menwa Indonesia, M. Arwani Deny tanggapi tuntutan tersebut saat berkunjung ke Mapolresta Solo, Kamis (28/10/2021). 

"Saya kira siapapun berhak menyampaikan aspirasi, bahkan Presiden saja diminta mundur kok. Ya, kan biasa itu," ungkapnya. 

Menurutnya, kejadian tersebut tidak bisa ditolak. Namun, bagaimana caranya Menwa mempertanggungjawabkan apa yang sudah terjadi. 

"Kita harap ini segera selesai. Karena yang di Menwa itu banyak teman-teman kita mahasiswa. Jika cepat selesai mereka bisa kuliah dengan tenang lagi," terangnya. 

Ditanya apakah pendidikan di Menwa identik dengan kekerasan? Denny mengklaim, Menwa sudah tidak menerapkan sistem pendidikan military heavy seperti dulu. 

"Hari ini kami memang melakukan reorientasi dan reformasi pada Menwa, rujukan kami adalah Tri Darma Perguruan Tiinggi. Salah satunya melakukan penanganan di bidang kebencanaan," tuturnya. 

Dia menegaskan, dalam UU Nomor.  23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) menyebut, Menwa adalah komponen pendukung pertahanan dan keamanan, militer, bukan komponen cadangan. 

"Jadi tidak perlu bawa senjata dan pendidikannya harus disesuaikan dengan kebutuhan. Hari ini kebutuhan kami adalah kebencanaan,"lanjutnya. 

Denny berjanji akan melakukan evaluasi terkait standar operasional prosedur (SOP) Diksar Menwa dan akan melakukan upgrading apabila ditemukan ada hal-hal yang belum pas pada SOP yang diterapkan saat ini. 

"Kita butuh dukungan untuk memberikan kritik membangun. Teman-teman Menwa, mereka kan mahasiswa dan masih baru berproses, tentunya mereka butuh itu agar bisa bertumbuh dengan baik," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved