Breaking News:

Berita Semarang

Banyak Petani Jamur di Genuk, Komunitas JAB Ingin Bentuk Destinasi Wisata Kampung Jejamuran

Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang memiliki Sentra Budidaya Jamur Tiram.

eka yulianti
Komunitas Jejamuran Ati Becik (JAB) Komunitas Jejamuran Ati Becik (JAB) mengundang Pemerintah Kota Semarang mengunjungi sentra Budidaya Jamur Tiram, Rabu (27/10/2021) lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang memiliki Sentra Budidaya Jamur Tiram.

Ini menjadi potensi daerah yang bisa dikembangkan dan dikemas menjadi lebih baik untuk perputaran ekonomi masyarakat. Terlebih, sudah terbentuk satu komunitas yakni Komunitas Jejamuran Ati Becik (JAB) yang terdiri dari sejumlah petani jamur tiram dari wilayah tersebut.

Pembina Komunitas JAB, Muhammad Sifin Almufti mengatakan, sudah banyak petani jamur di daerahnya. Jumlah anggota JAB sendiri sudah lebih dari 20 orang. Ada yang sudah menjadi petani besar, ada pula yang baru merintis bertani jamur.

"Kami berusaha agar JAB bisa beraktivitas meningkatkan pemahaman budidaya jamur. Kami ajak studi banding, mengikuti pameran, dan sebagainya," jelas Sifin, Jumat (29/10/2021).

Dia mengaku, telah beraudiensi dengan Pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Wakil Wali Kota Semarang, Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, serta camat dan lurah setempat. Pihaknya ingin membuat destinasi wisata Kampung Jejamuran.

"Dengan niat itu, kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami mengundang pemerintah utk mendukung dan mewujudkan hal ini," ujarnya.

Jika destinasi wisata Kampung Jejamuran bisa berjalan, menurutnya, bisa menjadi sebuah kekayaan wisata bagi Kota Semarang. Di samping itu, dapat menjadi perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Selama ini, para petani sudah memasarkan hasil panen jamur mentah ke masyarakat. Jamur mentah juga dijual ke toko-toko yang bisa masuk. Dengan dibentuknya destinasi wisata, dia berharap pemasaran akan semakin meluas. Di samping itu, masyarakat bisa mengunjungi kampung jejamuran serta mencicipi kulinernya.  
"Hasil panen setiap petani berbeda-beda. Bisa sekilo, dua kilo, dan seterusnya. Munculnya pun bergantian, tidak bareng-bareng," tambahnya.

Dia melanjutkan, perlu dukungan pemerintah untuk mewujudkan wisata Kampung Jejamuran, semisal sarana yang dibutuhkan untuk pengembangan wisata jejamuran.

Dispertan  diharapkan dapat melakukan pembinaan terhadap petani jamur. Disbudpar bisa menggali destinasi wisata dan kuliner jejamuran yang bisa dikembangkan. Dukungan pihak kecamatan juga diharapkan untuk penyediaan lahan. Begitu pula dukungan kelurahan untuk pengondisian wilayah.

Hasil audiensi dengan Pemerintah Kota Semarang, akan dilakukan kajian terkait potensi pengembangan jamur tiram khususnya di wilayah Genuk dengan kwrjasama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Pariwisata (Stiepari).

"Maret awal nanti, Bu Wakil minta membuat kajian terkait potensi pengembangannya khususnya di wilayah Genuk," paparnya. (eyf)

Baca juga: Kapolres Wonogiri Pimpin Giat Jumat Berkah di Tempat Peribadatan

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas U23 Indonesia Vs Australia, Penggawa PSIS Jadi Andalan Shin Tae-yong

Baca juga: 5 Aplikasi Penghasil Uang Terdaftar OJK

Baca juga: Detik-detik Aksi Begal Payudara Modus Tanya Alamat, Berakhir Seperti Ini

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved