Breaking News:

Fokus

Fokus : Era Kekerasan Fisik di Kampus Harusnya Sudah Berlalu

"Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia".

Penulis: rika irawati | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/grafis bram
Wartawan Tribun Jateng, Rika Irawati 

Oleh Rika Irawati
Wartawan Tribun Jateng

"Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia".

Kutipan kalimat dari Presiden Soekarno itu begitu terkenal dan sering dikutip ulang saat memperingati Hari Sumpah Pemuda, seperti sekarang ini.

Sayang, peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, dinodai kejadian tewasnya Gilang Engi Saputra (21), mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, saat mengikuti pendidikan dasar (ditsar) Resimen Mahasiswa (Menwa) kampus. Polisi masih menyelidiki kasus ini. Terutama, untuk mengungkap penyebab kematian Gilang.

Terungkapnya kasus ini memang mengguncang dunia pendidikan di Indonesia. Apalagi, ini bukan kejadian pertama.

Ternyata, kasus serupa juga terjadi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), tetangga UNS. Mahasiswi dari Fakultas Hukum UMS berinisial N, juga meregang nyawa saat mengikuti diksar Menwa, April lalu.

Ada dugaan, Gilang dan N meninggal setelah mendapat kekerasan saat diksar. Aksi solidaritas dari mahasiswa di masing-masing kampus pun digelar.

Mereka meminta adanya pengusutan kejadian itu. Termasuk, meminta kampus bersikap dan mengambil tindakan tegas terkait keberadaan Menwa.

Kekerasan di lingkungan kampus yang merenggut nyawa juga terjadi di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang. Mahasiswa bernama Zidan Muhammad Faza (21) meregang nyawa setelah mendapat tinju dari sejumlah senior, September lalu. Lima senior ditetapkan sebagai tersangka dan sampai hari ini, mereka masih menjalani proses hukum.

Aksi senioritas dan perlakuan ala militer kental di sejumlah unit kegiatan mahasiswa (UKM). Biasanya, aksi fisik terjadi saat diksar atau awal bergabung menjadi anggota UKM. Dalihnya, menggembleng mental mereka. Termasuk, meningkatkan jiwa korsa atau daya juang anggota.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved