Berita Viral

Justice For Gilang Trending Twitter, Seusai Hasil Autopsi Ditemukan Tanda Kekerasan

Justice for Gilang Trending Twitter hari ini, Sabtu (30/10/2021). Sebanyak 2 ribu cuitan menggunakan tagar Justice for Gilang.

TRIBUNJATENG/AGUS ISWADI
Justice For Gilang Trending Twitter, Seusai Hasil Autopsi Ditemukan Tanda Kekerasan 

TRIBUNJATENG.COM- Justice for Gilang Trending Twitter hari ini, Sabtu (30/10/2021).

Sebanyak 2 ribu cuitan menggunakan tagar Justice for Gilang.

Netizen geram dengan tindakan diklat Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang membuat nyawa Gilang melayang.

Netizen berharap kasus Gilang diusut sampai tuntas.

Berikut cuitan netizen:

@Panggil_aja_Dee: Miris bgt sih masih ada aja kedok² senioritas dan sampe ada korban gini, semoga keluarga diberi ketabahan n pls usut tuntas case ini, udah parah bgt sampe dblg karna kerasukan padahal kekerasan yaAllah sedih bgt

@rezekicityx: Udh jls krn kekerasan loh ... semiga Gilang dan keluarga diberi ketabahan dan amal ibadah almarhum diterima disisi Nya.

@RencekanPeyek1: Katanya tegas dan disiplin ? Giliran ada kasus melempem. Mana nih para senior senior yang terhormat??

@DaffaMaulanaM1: juga banyak fakta yang masih cenderung di tutup-tutupi oleh berbagai pihak. Jangan sampai lupa kawan, jangan biarkan kabar duka ini menguap begitu saja. Mari kawal bersama hingga kasus ini di usut sampai tuntas

Diketahui, Gilang Endi Saputra (21) meninggal dunia saat mengikuti Diksar Menwa UNS.

Polresta Solo merilis hasil autopsi kasus kematian mahasiswa UNS yang mengikuti diklat Menwa beberapa waktu.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyampaikan, hasil autopsi itu disampaikan oleh RS Bhayangkara Semarang Biddokes Polda Jateng kepada tim penyidik.

Kapolresta Solo mengaku kemarin Jumat (29/10/2021) sekitar pukul 11.00 WIB pihaknya telah menerima hasil autopsi terhadap jenazah Gilang Endi Saputra.

"Dari hasil autopsi tersebut disimpulkan bahwa penyebab kematian adalah karena luka akibat kekerasan tumpul yang mengakibatkan mati lemas," ucapnya kepada wartawan di Mapolresta Solo.

Dari hasil yang diterima, ungkap Ade, tim penyidik kemabali akan melakukan serangkaian kegiatan penyidikan untuk meminta keterangan ahli.

"Untuk meminta ketetangan ahli yang terlibat dalam rangkaian autopsi dari tim kedokteran forensik pada saat dilakukan autopsi kepada jenazah," terangnya.

Ada Pukulan di Kepala

Polda Jateng mengungkap penyebab tewasnya mahasiswa GE saat mengikuti diklat calon anggota Menwa UNS.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menerangkan, GE menghembuskan napas karena dugaan kekerasan atau pemukulan yang mengenai kepalanya.

"Korban terkena beberapa pukulan di bagian kepala," terang dia kepada TribunSolo.com, Selasa (26/10/2021).

Dugaan sementara, menurut Iqbal menjadi penyebab kematiannya GE, sehingga terjadi luka pada bagian kepalanya.

"Korban meninggal diduga akibat terjadi penyumbatan di bagian otak," jelas dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, hal itu di antaranya diperoleh dari hasil autopsi yang dilakukan langsung Kabid Dokes Polda Jateng Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti.

Dari hasil sementara autopsi menyatakan adanya tanda-tanda kekerasan.

"Untuk berapa titik (kekerasan) saya belum bisa sebutkan," tuturnya.

Menurutnya, hasil autopsi akan disampaikan secara resmi kurang dari sepekan.

"Hasil autopsi pastinya keluar kurang dari sepekan," kata dia.

Iqbal menuturkan hingga saat belum ada satu yang ditetapkan tersangka.

Namun demikian kepolisian masih terus melakukan penyelidikan perkara tersebut.

"Sementara kami masih sidik. Belum ada yang ditetapkan tersangka. Namun dari visum (luka fisik) ada tanda-tanda kekerasan," aku dia.

Ia menambahkan, hingga saat ini polisi telah memeriksa saksi yang terlibat dalam diklat tersebut.

Disamping itu polisi juga telah memeriksa saksi dari pihak kampus.

"Semua sudah kami periksa, pemeriksaan dilakukan secara maraton, secepat akan kami sampaikan," aku dia.

Belum Ditetapkan Tersangka

Polisi menyebut belum menetapkan tersangka meski tewasnya mahasiswa UNS, GE (20) saat diklat Menwa diduga pukulan hingga terjadi penyumbatan otak.

Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Djohan Andika mengatakan, ada banyak saksi yang diperiksa yang terdiri dari peserta, panitia dan pembina.

Selain itu, polisi juga akan memeriksa sejumlah saksi lainnya yakni seperti dokter.

"Kita akan mintai keterangan dokter yang menerima pertama kali korban, yang kini juga melakukan autopsi," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (27/10/2021).

"Kita juga minta keterangan ahli seperti forensik dan ahli pidana," tambahnya.

AKP Djohan Andika menjelaskan, ada sebanyak 25 panitia dalam acara diklat Menwa UNS itu.

Namun, polisi hanya melakukan pemeriksaan terhadap panitia yang mengikuti acara tersebut hingga acara dihentikan.

"Tidak ada senior yang sudah alumni yang jadi panitia, semua mahasiswa aktid," terangnya.

Meski sudah memeriksa banyak saksi, namun polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini terlebih disebutkan akibat meninggal karena dugaan pemukulan.

"Tersangka belum ada, tapi kasus ini masuk ranah penyidikan," ujarnya.

Adapun dia menambahkan, tewasnya GE terjadi saat perjalanan menuju ke rumah sakit.

"Korban sudah kelelehan, sehingga korban dibawa ke rumah sakit," terangnya.

"Korban meninggal saat perjalanan ke rumah sakit, sehingga tidak dibawa ke UGD, tapi langsung dibawa ke ruang jenazah," aku dia.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved