Breaking News:

Berita Jepara

Manfaatkan Potensi Alam Pesisir, Puluhan Ibu-ibu di Bondo Jepara Berlatih Bikin Abon Ikan

Puluhan ibu-ibu PKK di Balai Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara mengikuti pelatihan pembuatan abon dari bahan ikan mujair.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN
Peserta pelatihan pembuatan abon ikan mujair sedang memasak bumbu. Pelatihan ini difasilitasi UPGRIS dan diikuti puluhan ibu-ibu PKK Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Puluhan ibu-ibu PKK di Balai Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara mengikuti pelatihan pembuatan abon dari bahan ikan mujair.

Pelatihan ini selain untuk menumbuhkan perekonomian di desa tersebut, juga bisa membekali keahlian kepada kaum ibu-ibu untuk memanfaatkan sumber daya alam di kawasan pesisir. 

Pasalnya, Desa Bondo yang dikelilingi pantai banyak menyimpan sumber daya laut yang bisa dimanfaatkan.

Untuk itu, dengan adanya pelatihan ini, ibu-ibu antusias mengikutinya.

Peserta diajari langsung bagaimana mengukus ikan mujair, kemudian memisahkan daging ikan dari tulangnya, setelah itu pengolahan bumbu. 

Salah seorang peserta, Tri Naningsih mengatakan, pelatihan ini bermanfaat bagi di riinya dan masyarakat. Menurutnya pelatihan ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Bondo.

”Ibu-ibu akan meningkatkan keterampilan mengolah ikan menjadi abon,” katanya saat mengikuti pelatihan, kemarin.

Dia menyampaikan terima kasih kepada Universitas PGRI Semarang  (UPGRIS) yang telah memafasilitiasi ibu-ibu PKK Desa Bondo bisa mengikuti pelatihan pembuatan abon.

Sehingga ibu-ibu di desa setempat ke depan bisa menambah keterampilan di bidang pengolahan pangan.

Qristin Violinda, dosen pembimbing dari jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menjelaskan kegiatan hibah PHP2D program holistik pemberdayaan dan pengembangan desa.

Menurutnya, kegiatan untuk meningkatkan nilai ekonomi ibu-ibu PKK dengan cara memberikan pelatihan pembuatan abon ikan. 

Pelatihan ini, kata dia, sangat bermanfaat bagi mereka karena di desa bondo yang banyak warganya menjadi nelayan dan tambak ikan. 

”Kami rasa ini solusi terbaik bagi ibu-ibi berkarya di rumah sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri atau dijual atau dipasarkan. Sehingga bisa menambah penghasilan dan memiliki nilai ekonomi yang bagus bagi keluarga,” terangnya.

Selain itu juga, lanjut Qristin, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa peduli mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini juga bentuk kontribusi mahasiswa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, dan berwirausaha, dan sejahtera.(yun)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved