Breaking News:

Guru Berkarya

Menolak Anggapan Matematika Itu Menakutkan

Kehidupan akan selalu berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Sukiyati SPd, Guru SMAN 1 Sumber Kab Rembang 

Oleh: Sukiyati SPd, Guru SMAN 1 Sumber Kab Rembang

KEHIDUPAN akan selalu berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Menghadapi hal tersebut, setiap manusia dituntut untuk selalu berkembang melalui kegiatan belajar.

Nana Sudjana (2010) mendefinisikan belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti penambahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, kecakapan, kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu-individu yang belajar.

Perubahan yang dimaksud dapat diartikan dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak kenal menjadi kenal, atau dari yang tidak paham menjadi paham. Perubahan tersebut acapkali menemui hambatan-hambatan yang dapat mengganggu dan bahkan menggagalkan belajar itu sendiri.

Hal tersebut sering terjadi pada pembelajaran matematika. Bagi sebagian besar siswa, matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit, bahkan menjadi momok yang menakutkan.

Padahal sebenarnya matematika adalah mata pelajaran yang telah dikenalkan dan ditanamkan kepada anak sejak masih kecil. Anak-anak sudah diperkenalkan dengan konsep dasar matematika dengan menghitung jumlah buah dalam keranjang, menghitung bunga di taman, roda kendaraan, dan sebagainya.

Selanjutnya, mereka akan diperkenalkan dengan matematika yeng lebih kompleks yaitu penjumlahan dan pengurangan. Secara bertahap pula anak akan dikenalkan dengan perkalian dan pembagian.

Dengan hal tersebut, seharusnya anak akan suka pada mata pelajaran matematika karena mereka sudah mengenalnya sejak kecil dan dijumpainya dalam praktik kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalamkegiatan membeli jajan, anak akan memilih dan menjumlah makanan yang dipilih. Kemudian mereka harus membayar dengan sejumlah uang dan akan menerima pengembaliaanya dengan sejumlah uang pula.

Di sinilah sebenarnya penjumlahan dan pengurangan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari contoh tersebut, sudah semestinya jika anak-anak itu menyukai pelajaran matematika. Namun, fakta yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu sebagian besar anak tidak menyukai matematika.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengubah mindset anak terhadap pelajaran matematika. Pertama, hindarkan anak dari rasa kecemasan, stress, dan takut terhadap matematika. Perasaaan cemas, stres, dan takut pada matematika bisa muncul karena sejak awal ia merasa sulit untuk mendapatkan jawaban yang benar.

Hal ini dapat dihindari dengan cara guru dalam memberi soal yang mudah dahulu pada tahap awal sehingga anak merasa mampu untuk menyelesaikannya. Hal ini akan memunculkan kepercayaan diri dan optimisme anak terhadap pelajaran matematika.

Kedua, hindari memberikan materi lanjutan ketika materi dasar belum dikuasai anak. Artinya, guru janganlah memberikan materi pembelajaran lanjutan sebelum materi dasar belum benar-benar dikuasai oleh anak. Jika hal ini dilakukan niscaya pembelajaran matematika ini seperti sebuah bangunan megah dan kuat karena pondasi dasarnya sudah dibangun dengan benar dan kokoh.

Ketiga, hilangkan anggapan bahwa pandai matematika karena bakat alam. Artinya, guru harus menjelaskan kepada siswanya bahwa seseorang pendai matematika bukan karena keturunan atau bawaan, tetapi disebabkan oleh kegigihan, ketelatenan, dan keuletan dalam belajar. Dengan demikian anak memiliki kesempatan yang sama untuk pandai dan terampil matematika.

Dengan pandangan sederhana tentang pembelajaran matematika diatas,maka diharapkan mampu mengubah image anak tentang matematika itu bukanlah mata pelajaran yang dianggap sulit .Matematika bukanlah mata pelajaran yang menjadi momok yang menakutkan bagi siswa,tetapi menjadi pelajaran yang menyenangkan bagi siswa. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved