Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hari Terakhir Almarhum Iptu DS Cium Kening Anak: Nak papa berangkat kerja ya

Istri Iptu DS menceritakan hari terakhir suaminya bertugas sebelum meninggal kecelakaan terlindas truk.

Tayang:
ig: peristiwa_sekitar_kita
Truk tabrak anggota patwal di jalan tol Cikampek(instagram.com/peristiwa_sekitar_kita) 

TRIBUNJATENG.COM - Istri Iptu DS menceritakan hari terakhir suaminya bertugas sebelum meninggal kecelakaan terlindas truk.

Namanya Irda Yuswitasari (40).

Hari itu, DS berangkat selepas shalat subuh.

Almarhum berpamitan kepada istri dan anaknya untuk bekerja.

Baca juga: Sopir Truk Lagi Telepon Istri Tak Sadar Sudah Lindas Kepala Polisi

Tak ada yang berbeda, semua berjalan seperti biasanya.

Hanya kebetulan di hari itu, Iptu DS dipercaya mengawal rombongan tim Polda Metro Jaya yang hendak menuju Bekasi.

Anggota Satuan Patroli dan Pengawalan (Satpatwal) Polda Metro Jaya, Iptu DS, gugur karena terlindas truk. Istri DS, Irda Yuswitasari (40), mengatakan, saat itu ponsel suaminya ketinggalan di rumah.(KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMAD)

Dia pun mengendarai motor besar patroli pengawalan untuk membuka jalan rombongan selama di perjalanan.

Namun, ajal datang tanpa tanda.

Sebuah truk tiba-tiba menyerobot jalur rombongan tim Polda saat melintas di kilometer 13.400 Tol Jakarta arah Cikampek.

Di situlah motor Iptu DS tertabrak hingga akhirnya terlindas truk.

Diduga, sopir truk itu pecah konsentrasi karena bermain ponsel sehingga truk melaju di jalur  sampingnya.

Iptu DS tewas di tempat.

Saat peristiwa terjadi, keluarga Iptu DS tak langsung mengetahui kabar duka tersebut.

Anak dan istri Iptu DS masih beraktivitas seperti biasa di kediaman mereka di kawasan Kalisari, Jakarta Timur.

"Sebelum berangkat kerja seperti biasa dia pamitan. Waktu pamit itu anak lagi tidur, dicium. 'Nak papa berangkat kerja ya'. Saya juga salim, cium pipi bapaknya," kata Irda saat ditemui di rumah duka di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (29/10/2021).

Irda melakukan aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga.

"Habis dia pergi, saya shalat subuh. Setelah itu, saya masak dan sebagainya," kata Irda.

"Tetapi hari itu malas banget. Pergi belanja aja males," ujarnya.

Kabar duka dari ponsel yang tertinggal Irda baru tahu kalau DS tidak membawa ponsel.

Siang hari sekitar pukul 11.30 WIB, ia mendengar ponsel suaminya berdering.

"Saya diamin. Paling itu urusan dinas," kata Irda.

Namun, lama-kelamaan, dering ponsel suaminya semakin sering.

Irda berniat mengecek ponsel suaminya.

Irda tahu cara membuka ponsel suaminya meski memiliki kode tertentu.

Ketika melihat isi pesan di ponsel suaminya, Irda melihat seorang polisi terbaring dengan keadaan helm pecah.

Kemudian di dekatnya ada motor dinas.

Irda pun tersentak.

Polisi itu mirip suaminya.

Untuk memastikan keresahan hatinya, Irda pun memberanikan diri bertanya di grup Whatsapp ponsel suaminya.

"Saya tanya, 'mohon izin komandan, itu yang di WhatsApp group bener suami saya?'. Pas dipastiin, eh bener. Saya langsung nyebut," ujar Irda.

Irda kemudian menghubungi Wakil Kepala Satpatwal Polda Metro Jaya guna memastikan kecelakaan itu.

"Kata Pak Wakasat, 'ya sudah Bu, yang sabar, saya evakuasi dulu'," kata Irda menirukan Wakasatpatwal Polda Metro Jaya.

"Bapak kan grup WA-nya banyak. Grup perwira, bintara, sudah pada bilang 'inalillahi'," kata Irda.

Irda sempat berharap ada keajaiban agar suaminya masih bisa hidup.

"Tapi kalau Tuhan mengambil beliau, saya sudah ikhlas, sudah tabah," ujar Irda.

Irda pun menuju RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, untuk melihat jasad suaminya.

Kronologi

Sebelum kecelakaan, Iptu DS mulanya meminta truk dengan nomor polisi (nopol) B 9508 WV yang sedang berada di lajur tiga untuk menepi.

Namun, tiba-tiba truk yang dikemudikan oleh sopir inisial C justru ke arah kanan masuk di jalur rombongan Polda Metro.

Diduga sopir truk hilang konsentrasi.

"Tiba-tiba (truk) pindah ke lajur empat. Harusnya kan supaya minta jalan ke kiri, bukan ke kanan. Diduga karena konsen terpecah tiba-tiba truk banting kanan dan anggota terpepet," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, Kamis (28/10/2021).

Saat itu, sopir langsung melarikan diri meninggalkan kernet di lokasi. Berdasarkan keterangan kernet truk, sopir hilang kendali karena mengemudi sambil menggunakan ponsel.

"Keterangan sementara kernet demikian. Sopir ini sedang menelpon istrinya. Cuma apakah karena menelpon atau gunakan ponsel ini menjadi tidak konsenterasi sehingga menyebabkan kecelakaan, kita harus dalami lagi," kata Argo.

Sementara sopir truk yang sebelumnya kabur kini telah ditangkap setelah menyerahkan diri ke kantor Patroli Jalan Raya (PJR) Cikampek.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kabar Duka dari Ponsel Polisi yang Tertinggal, Foto Kecelakaan hingga Ucapan "Innalillahi..."

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved