Breaking News:

Berita Banyumas

PHRI Banyumas Khawatir Pendapatan Bakal Anjlok 50 Persen Saat Nataru

PPKM di Banyumas saat ini sudah mulai masuk di Level 2. Perekonomian pada sektor hotel dan restoran juga sudah mulai membaik.  Sayangnya di tengah

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: m nur huda
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Bupati Banyumas, Achmad Husein saat meninjau Hotel Rosenda Baturraden yang menjadi RS Darurat Covid-19, Selasa (22/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pemerintah telah mengumumkan secara resmi meniadakan cuti bersama Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Kebijakan itu diambil sebagai upaya menekan mobilitas masyarakat ditengah pandemi Covid-19 di Indonesia.

Hal itu memunculkan respon dari beberapa kalangan, salah satunya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banyumas merasa keputusan tersebut kembali merugikan banyak pengusaha hotel dan restoran.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua PHRI Kabupaten Banyumas, Iriyanto. 

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Banyumas saat ini sudah mulai masuk di Level 2.

Perekonomian pada sektor hotel dan restoran juga sudah mulai membaik. 

Sayangnya di tengah geliat itu muncul larangan libur saat Nataru yang membuat pupus harapan para pekerja di bidang hotel dan restauran.

Libur natal dan tahun baru menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu karena akan meningkatkan accupancy atau angka kedatangan pengunjung. 

"Kita mementingkan karyawan sebenarnya. Dengan adanya keputusan tersebut tidak seperti yang diharapkan oleh para pelaku usaha hotel dan restoran.  Padahal selama ini kami selalu menerapkan protokol kesehatan. 

Seharusnya tidak ada larangan seperti itu dan berharap masih tetap ada liburan," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (31/10/2021). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved