Breaking News:

Berita Kudus

Keterbatasan Penyimpanan, DKK Kudus Harus Habiskan‎ 40 Ribu Pfizer Dalam Sebulan

Pemkab Kudus kebut 40 ribu vaksinasi Pfizer dalam sebulan karena keterbatasan penyimpanan.

Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Pelaksanaan vaksinasi menyasar remaja di sekolah-sekolah, Kabupaten Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (‎Pemkab) Kudus mengebut 40 ribu vaksinasi pfizer dalam sebulan karena keterbatasan media penyimpanan.

Media penyimpanan vaksin di Kabupaten Kudus memiliki suhu maksimum minus 20 derajat sehingga hanya bisa disimpan selama satu bulan.

Kasi Survalens Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, ‎Aniq Fuad menceritakan, vaksin pfizer yang disimpan dalam suhu minus 20 derajat hanya bisa disimpan selama satu bulan.

"Seharusnya vaksin‎ itu disimpan pada suhu minus 70 derajat, sehingga bisa bertahan sampai tiga bulan," ujar dia, Senin (1/11/2021).

Pihaknya mengaku kesulitan jika harus menghabiskan pasokan vaksin pfizer sebanyak itu dalam sebulan.

Sehingga dia harus mengatur‎ distribusinya agar bisa terserap seluruhnya tepat waktu.

"Kemarin mau dikirim lagi tapi saya masih mikir juga tempat penyimpanannya," ucapnya.

‎Selain mengejak vaksin itu, DKK juga berupaya agar penyuntikan vaksin Astra Zeneca (AZ) dapat tersalurkan.

Pasalnya vaksin AZ banyak informasi tidak benar di tengah masyarakat terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

"Orang sudah termakan isu vaksinasi AZ yang menimbulkan demam. Padahal itu hal yang biasa dan tidak berbahaya," ucapnya.

Kondisi itu juga menyebabkan sejumlah warga masyarakat enggan memperoleh vaksin AZ.

Ribuan vaksin AZ yan diterima Pemkab Kudus pada pertengahan bulan Oktober 2021 juga tak bisa dipakai karena kedaluwarsa.

"Saya sudah menemukan vaksin AZ yang kedaluwarsa sampai akhir Oktober 2021 ini ada 2.700 di RSI," kata dia.

Rencananya, pihaknya akan mendata vaksin yang kedaluwarsa tersebut untuk dikirimkan kembali ke pemerintah pusat.

"Nanti yang kedaluwarsa akan dikirimkan lagi. Tapi masih dihitung," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved