Breaking News:

Berita Batang

Nilai Investasi di Batang Capai Rp 5,5 Triliun Tertinggi Nomor Dua di Jateng 

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso menyampaikan nilai investasi

Penulis: dina indriani | Editor: galih permadi
IST
Proses pembangunan Proyek Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah seluas 4.300 hektar yang dimulai pada Februari 2021 lalu. SG mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dengan menyuplai 100% kebutuhan semen dengan produk unggulan UltraPro. (Kamis, 17 Juni 2021) 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso menyampaikan nilai investasi Kabupaten Batang masuk tertinggi nomor dua di Jawa Tengah setelah Kota Semarang.

Hal itu berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal LKPM Kementerian Investasi RI nilai investasi Kabupaten Batang angkanya mencapai Rp 5,5 Triliun. 

"Nilai investasi sebesar Rp 5,5 triliun itu, kalau ditambah dengan realisasi nilai investasi UMKM yang tidak masuk ke sistem LKPM BKPM angkanya mencapai Rp 5,7 triliun," tutur Wahyu, Senin (1/11/2021).

Dikatakannya, nilai investasi yang berasal dari LKPM Kementerian Investasi diantaranya PT Pemalang - Batang Tol Road yang berkantor candiareng, PLTU, dan  tiga kawasan Industri di Batang seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), PT Simdangjati Makmur Bahagia, PT Segayung dan PT Nestle. 

Sementara itu, Kepala Bidang Penanaman Modal Cahyaningrum menyebut angka itu masih jauh dari target dari BKPM yaitu Rp 10 triliun.

Untuk mengejar target, pihaknya terus berkomunikasi dengan  DPMPTSP provinsi dan kementrian investasi.

"Nilai investasi bisa melonjak ketika LG Chen memulai groundbreaking di KITB. Namun, hingga kini, rencana itu masih terus tertunda," imbuhnya 

Cahyaningrum merinci capaian penanaman modal dari sektor UMKM di Batang pada triwulan 1 mencapai Rp 31, 377 miliar.

"Lalu pada  triwulan 2 Rp 159,166 miliar dan tri Wulan 3 Rp 6,5 miliar, itu hanya perhitungan Juli, pada Agustus, perizinan sementara berhenti,"pungkasnya. (din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved