Breaking News:

Berita Kudus

Perizinan Berjalan Dua Tahun, Cath Lab RSUD Kudus Belum Bisa Terima Pasien BPJS

Sudah ajukan izin lebih dari dua tahun, layanan Katerisasi Jantung (Cath Lab) RSUD DR Loekmono Hadi Kudus belum bisa dinikmati peserta BPJS Kesehatan.

Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Noor Hadi menunjukkan cath lab yang belum bisa dipakai untuk peserta BPJS Kesehatan setelah proses perizinan selama dua tahun. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sudah ajukan izin lebih dari dua tahun, layanan Katerisasi Jantung (Cath Lab) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus belum juga bisa dinikmati peserta BPJS Kesehatan.

Sehingga alat kesehatan yang bernilai miliaran rupiah itu hanya bisa dipakai pasien umum.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Noor Hadi menyampaikan, pelayanan Cath Lab‎ tersebut belum bisa dipakai karena belum memperoleh izin.

"Kami sudah mengajukan izin sejak sebelum pandemi, tahun 2019 lalu. Prosesnya sudah lama, namun sampai saat ini izin belum keluar," ucap dia.

Baca juga: Damkar Kendal Catat 130 Kasus Kebakaran Melanda Sepanjang Januari-Oktober 2021

Baca juga: 19 Daerah di Jateng Nol Kasus, Ganjar Pranowo: Jangan Merasa Bebas, Prokes Tetap Ketat

Baca juga: Disdikbud Kota Tegal Ingatkan Orangtua Agar Waspada Terhadap Gelombang Ketiga Covid-19 

Layanan Cath Lab tersebut, kata dia, sudah dilengkapi dengan alat kesehatan canggih yang mendukung pemasangan ring jantung.

"Baik dari segi alat dan SDM sudah memenuhi semua, hanya saja karena belum ada izin membuka layanan untuk pasien BPJS, Cath Lab ini jarang dipakai," imbuhnya, Senin (1/11/2021).

Pihaknya mengatakan, di Kabupaten Kudus sendiri banyak masyarakat yang mempunyai riwayat penyakit jantung. 

Akan tetapi, karena biaya perawatan yang cukup mahal, mereka lebih memilih untuk mengobati penyakitnya dengan alternatif lain yang lebih murah.

Biaya pemasangan untuk satu ring jatung itu pada kisaran Rp 25 juta per buahnya.

"Di sini masih bisa digunakan untuk pasien umum, akan tetapi karena biayanya memang mahal, kebanyakan pasien memilih untuk periksa di rumah sakit lain yang bisa menggunakan layanan BPJS," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved