Breaking News:

Berita Sragen

Muncul Aplikasi Patriot DPUPR Sragen, Dapat Bhumandala Award

Aplikasi Patriot yang diluncurkan Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen peroleh Bhumandala Award.

istimewa
Wakil Bupati Sragen, Suratno (tengah) bersama Kepala Bidang Bina Marga, DPUPR Sragen, Albert Pramono Soesanto menerima penghargaan Bhumandala. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Aplikasi Patriot DPUPR Sragen peroleh Penghargaan Bhumandala Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial.

Penghargaan ini diterima oleh Wakil Bupati Sragen, Suratno di Jakarta pada, Jumat (29/10/2021) lalu.

Didampingi pembuat aplikasi, Kepala Bidang Bina Marga, DPUPR Sragen, Albert Pramono Soesanto.

Ditemui di ruang kerjanya, Albert sapaan akrabnya itu mengaku Inovasi aplikasi Patriot ini diikutkan Bhumandala Award yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial.

Aplikasi Patriot ini memperoleh perunggu dari 10 besar hasil seleksi akhir perwakilan Inovasi dari daerah lain.

Albert mengatakan aplikasi Patriot ini memanfaatkan informasi geospasial.

"Aplikasi ini memanfaatkan informasi geospasial dalam rangka satu data informasi. Geospasial ini sudah dijadikan satu data, satu peta dan sebagainya," kata Albert, Selasa (2/11/2021).

Albert melanjutkan pihaknya memanfaatkan data yang sudah ada tersebut dalam aplikasi Patriot yang telah di launching Kamis (3/6/2021) lima bulan lalu.

Aplikasi Patriot ini aplikasi yang menjadi masyarakat sebagai partisipasi pada penyelenggaraan infrastruktur di Kabupaten Sragen.

Warga masyarakat dan semua pihak bisa langsung memberikan kontribusi masukan sesuai dengan kondisi jalan infrastruktur di Kabupaten Sragen melalui aplikasi Patriot tersebut.

Albert mengatakan selain menggunakan peta jalan yang dibuat dalam aplikasi ini, pihaknya juga menggunakan peta dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) hingga peta kawasan strategis.

Hal ini digunakan sebagai dasar untuk pengelolaan laporan masyarakat yang masuk.

Dengan ini, pihaknya bisa langsung mendapatkan lokasi pelaporan masyarakat dan menjadi dasar untuk melakukan penyusunan skala prioritas.

"Penanganan tergantung ketersediaan anggaran, sedangkan anggaran yang ada juga terbatas termasuk dengan sejumlah kriteria urgensi, terbuka, petunjuk pimpinan jadi kita gunakan skala prioritas," katanya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved