Breaking News:

Puisi

Puisi Ekonomi Plastik Radhar Panca Dahana

Puisi Ekonomi Plastik Radhar Panca Dahana: Ekonomi Plastik bermula sebuah kisah : setelah rumah berharga selumbung gabah dan pasar begitu ramah, e

Penulis: iam | Editor: abduh imanulhaq
TWITTER/GRAMEDIA
radhar panca dahana 

Puisi Ekonomi Plastik Radhar Panca Dahana

TRIBUNJATENG.COM - Puisi Ekonomi Plastik Radhar Panca Dahana:

Ekonomi Plastik

bermula sebuah kisah

: setelah rumah
berharga selumbung gabah
dan pasar begitu ramah,
emas pun tiba mengukur harta
hingga cemas merutin kita
dan kaya bermakna kata
menjadi kata

ketika salib dan bintang beradu
kesatria datang kuda berdebu,
emas terpilin bersalin kertas
cemas merutin makin keras.
kata menggeliat berganti angka
manusia melihat dirinya luka.
harta lenyap pundipundi tiada
tercipta kapital sekuasa modal
dipimpin akal yang mokalmokal

awal mula manusia lupa
arti sejahtera bagi keluarga
kecuali angka dan huruf mati
di lembar kertas tak berhati
di mana harga tertera nilai tercipta.
tapi harga, siapa menera?
tapi nilai, siapa pula mencipta?
kuda berdebu, kesatria bersekutu
raja setuju, saudagar menipu.
tiada tahu, segala samar dan semu.

dunia kini melebar datar
gambarnya lucu di satu lembar
kertas yang mencuri kata bayar.
ekonomi pun lahir seperti mantra
mujarab membuat manusia lenyap
ajaib memilin makna menjadi raib.
meja di mana hidup kita hidangkan
jadi rumah kartu yang rapuh
sisa poker sesuntuk malam lalu

lalu, di mana aku?
aku mengonggok di gudang
bersama gula, tepung, dan beras kiloan
kadang direbus, bisa dicampur telor
dijual besok dengan harga tekor
atau jadi bonus komoditi ekspor.

ah … aku
saldo negatif nafsu kapital
grafik turun kurs dan bursa
anekdot pojok media massa
cuma berdaya bagi diri sendiri
cuma usaha meski pasti rugi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved