Breaking News:

Berita Pekalongan

Wali Kota Pekalongan Aaf : Anak-Anak Tetap Harus Minat Baca Buku

Nilai tingkat indeks gemar membaca Kota Pekalongan masih dalam kategori sedang atau peringkat 4 terendah se-Jawa Tengah.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: galih permadi
Dok Kominfo Kota Pekalongan
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid dan Bunda Literasi Inggit Soraya saat pengukuhan Bunda Literasi tingkat Kecamatan se-Kota Pekalongan, Bunda PAUD Pekalongan Utara dan Pekalongan Selatan, di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Selasa (2/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Nilai tingkat indeks gemar membaca Kota Pekalongan masih dalam kategori sedang atau peringkat 4 terendah se-Jawa Tengah.

Data ini berdasarkan hasil kajian kegemaran membaca masyarakat Indonesia tahun 2020 yang dilakukan oleh perpustakaan nasional.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mendorong dinas pendidikan dan dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) setempat agar di tiap jenjang sekolah khususnya, jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Pekalongan tetap mengacu pada pemberian tugas sekolah (PR) kepada anak yang bersumber pada buku-buku, baik buku bacaan maupun buku pengetahuan di tengah pesat perkembangan IPTEK.

Sehingga, dari situlah akan tercipta minat membaca buku pada anak.

"Saya menekankan kepada Dinarpus dan Dindik bahwa untuk meningkatkan minat membaca di masyarakat.

Kami meminta di tingkat-tingkat sekolah terutama jenjang SD dan SMP di Kota Pekalongan jangan sekali-kali memberikan tugas rumah (PR) yang bisa diakses semua lewat online, dalam hal ini melalui smartphone," kata Aaf sapaan akrabnya Wali Kota Pekalongan, saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Pengukuhan Bunda Literasi tingkat Kecamatan se-Kota Pekalongan, Bunda PAUD Pekalongan Utara dan Pekalongan Selatan, di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Selasa (2/11/2021).

Menurut Aaf, meskipun saat ini semua informasi bisa dengan mudah diakses melalui smartphone.

Namun didalam perangkat canggih tersebut juga menyimpan konten bahaya pada anak-anak seperti pornografi, bahaya narkoba, radikalisme, kriminalitas, dan sebagainya jika tidak dengan bijak menggunakannya.

Pada kesempatan tersebut, Aaf juga berpesan kepada Bunda Literasi dan Bunda PAUD yang baru dikukuhkan untuk menjadi penggerak dalam mengajak masyarakat meningkatkan budaya gemar membaca.

"Saya menargetkan di tahun 2022 tingkat minat baca masyarakat Kota Pekalongan bisa terus meningkat ke depannya."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved