Breaking News:

Berita Pekalongan

Doa Bersama Awali Proyek Pengendali Banjir Rob Pekalongan Senilai Rp 1,2 Triliun

Dalam waktu dekat, proyek pengendali banjir rob di Kota Pekalongan melalui bantuan dari Kementerian PU PR akan segera digarap di tahun 2021 ini.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat memberikan sambutan di acara doa bersama di Objek Wisata Pantai Slamaran, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Rabu (3/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dalam waktu dekat, proyek pengendali banjir rob di Kota Pekalongan melalui bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) akan segera digarap di tahun 2021 ini.

Untuk mengawali proyek besar yang diharapkan bisa menjadi solusi bersama mengatasi banjir dan rob itu, Pemkot Pekalongan menggelar acara doa bersama di Objek Wisata Pantai Slamaran, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Rabu (3/11/2021).

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, bahwa doa bersama ini dan ditambah adanya dukungan dari semua masyarakat, harapannya pekerjaan pengendali banjir rob dari pemerintah pusat senilai Rp 1,2 triliun ini bisa berjalan lancar.

Baca juga: Gol Tunggal Pemain PSIR Rembang Patahkan Persik Kendal di Grup C Liga 3 Jawa Tengah

Baca juga: Rumah Dijual Baru - Bekas dan Tanah Murah Semarang Rabu 3 November 2021

"Alhamdulillah paket 1, paket 2, dan paket 3 ini sudah dimulai semoga berjalan lancar. Kendati demikian dukungan dari berbagai pihak juga dibutuhkan, dari Pemerintah Kota Pekalongan, Forkopimda, tokoh masyarakat, dan sebagainya," kata Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan kepada Tribunjateng.com.

Pihaknya mengungkapkan,  pembangunan ini ditargetkan tahun 2023 selesai. 

Kemudian kaitannya dengan banjir rob, penyebabnya banyak hal.

Solusi dengan pembangunan tanggul dan bendung gerak memang tak menuntaskan banjir rob, karena permasalahan land subsidence juga ada.

"Di masyarakat beredar #kamirindudaratan karena sudah 12 tahun rob tak kunjung usai. Karena penyebab rob tak hanya faktor pembangunan, bisa saja karena sampah yang menyumbat. Mungkin pembangunan ini tak secara tuntas menanggulangi rob, harapannya minimal tak masuk rumah warga dan warga tetap dapat beraktivitas. Warga dapat mendukung pengentasan banjir rob dengan menjaga lingkungan sekitarnya," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Sungai dan Air (PJSA) BBWS Pemali Juana Mustafa mengatakan, proyek pengendali banjir rob terdiri dari tiga paket yang akan dikerjakan sampai tahun 2023.

Baca juga: Terapkan Media Gambar Seri dalam Belajar Puisi Anak

Baca juga: Hendi Dorong Pembangunan di Kota Semarang Tak Bergantung APBD

Baca juga: Aplikasi Penghasil Uang Google Opinion Rewards, Duit Bisa Langsung Masuk Rekening

Paket pertama di antaranya terdiri dari pembangunan kolam retensi di Sungai Loji, pembangunan kolam labuh kapal di muara Sungai Loji, serta pemasangan parapet melalui CCSP sheetpile melanjutkan program kotaku.

"Kemudian di paket dua, akan dilakukan peninggian tanggul dengan normalisasi Sungai Gabus, Sungai Banger, dan Sungai Kalimati. Sedangkan di paket tiga, dibangun longstorage sepanjang 4 KM di titik Sibulanan, 2 KM di Susukan, dan 2 KM di Clumprit dengan disertai pompa," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved