Breaking News:

Berita Batang

Ijtima' Rutin Jadi Wadah Pemdes Jlamprang Ajak Warga Ikut Vaksin

Ratusan warga Desa Jlamprang secara bergantian datangi Balai Desa setempat, Selasa (2/11).

Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Dina Indriani
Warga Desa Jlamprang Bawang antusias mengikuti vaksinasi di Balai Desa setempat, Selasa (2/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG -

Warga Desa Jlamprang Bawang antusias mengikuti vaksinasi di Balai Desa setempat, Selasa (2/11/2021).
Warga Desa Jlamprang Bawang antusias mengikuti vaksinasi di Balai Desa setempat, Selasa (2/11/2021). (Tribun Jateng/Dina Indriani)

 Ratusan warga Desa Jlamprang secara bergantian mendatangi balai desa setempat, Selasa (2/11/2021).

Mereka terlihat antusias mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan Pemdes dan Puskesmas Desa Jlamprang.

Kepala Desa Jlamprang, Sukur menjelaskan adanya Ijtima' rutin menjadi sarana sosialisasi bagi warga setempat, salah satunya juga sebagai wadah untuk edukasi vaksin ke masyarakat.

"Masyarakat yang awalnya tidak tertarik akhirnya jadi antusias mengikuti vaksin lantaran banyak manfaatnya, alhamdulillah akhirnya  warga jadi lebih antusias dan mendukung percepatan vaksinasi lewat Ijtima' rutin tiap seminggu sekali kami juga terus sosialisasikan warga untuk patuh pada Prokes," tuturnya.

Dijelaskannya dari sekitar 1.500 warga sasaran vaksinasi, kini sudah sekitar 90 persen warganya yang ikut vaksinasi dosis dua. 

"Kami terus edukasi warga agar mereka mau vaksin, misalnya dengan afirmasi mumpung sekarang ada vaksin di balai desa tidak perlu jauh-jauh dan juga mumpung vaksin gratis ditanggung pemerintah.," ujarnya. 

Kepala Puskesmas Bawang, Ida Suryani menambahkan pihak Puskesmas Bawang turut mendukung program percepatan vaksinasi yang dicanangkan Pemkab Batang. 

"Per harinya kami menyiapkan sekitar 400 dosis vaksin untuk jemput bola vaksinasi ke desa-desa," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu warga Nida (12) juga turut mengikuti vaksinasi ini cukup antusias dengan program vaksinasi yang cukup dekat dengan rumahnya.

Meski tidak banyak rekan seusianya, ia yakin dan mantap menjalani vaksinasi pertamanya. 

Diakuinya ia harusnya mendapatkan vaksinasi pertama yang diakomodir sekolahnya. 

Hanya saja ketika jadwal vaksinasi di sekolah ia berhalangan hadir, dari informasi keluarganya melalui Ijtima' di tingkat RT.

"Pas jadwal di sekolah kebetulan ada halangan jadi tidak bisa ikut, alhamdulillah di desa ada dan tidak perlu jauh-jauh ke Puskesmas," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved