Mobil Baru Dorong Pertumbuhan Penyaluran Kredit Kendaraan Bermotor Perbankan

produk baru yang cukup lengkap, termasuk mobil bekas dan refinancing dinilai membantu mendorong pertumbuhan kredit kendaraan bermotor (KKB).

Editor: Vito
ISTIMEWA VIA KOMPAS.COM
ILUSTRASI kredit mobil 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Penyaluran Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) baru di sejumlah bank sudah tumbuh cukup tinggi hingga September 2021. Hal itu tak lepas dari insentif pajak yang diberikan pemerintah dan juga pelonggaran aturan loan to value (LTV).

Walau penyaluran kredit baru sudah mengalir deras, outstanding atau baki debet KKB beberapa bank masih tercatat minus dibandingkan dengan September 2020. Hal itu disebabkan pembayaran bulanan kredit juga meningkat.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) misalnya mencatatkan outstanding KKB sebesar Rp 35,64 triliun per September 2021. Jumlah itu turun 7,6 persen dari periode sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan baki debet KKB sebesar Rp 30,2 triliun. Capaian itu turun 4 persen secara yoy, tetapi sudah tumbuh 1 persen dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu (year to date/ytd).

PT Bank Danamon Tbk lewat Adira Finance mencatatkan oustanding pembiayaan Rp 39,9 triliun, atau turun 13 persen yoy. Sedangkan PT Bank CIMB Niaga Tbk telah menorehan pertumbuhan baki debet secara positif sebesar 13,4 persen, dari Rp 6,71 triliun pada September 2020, menjadi Rp 7,6 triliun pada Oktober 2021.

Lani Darmawan, Direktur Konsumer CIMB Niaga, optimististis penyaluran KKB masih akan tumbuh di kuartal IV/2021. Menurut dia, relaksasi pajak hingga akhir tahun cukup membantu dalam mendorong pencairan kredit baru.

Selain itu, menurut dia, produk baru yang cukup lengkap, termasuk mobil bekas dan refinancing juga dinilai akan membantu mendorong pertumbuhan tersebut. Tahun depan, CIMB Niaga juga memperkirakan KKB akan semakin bergairah. Perseroan menargetkan oustanding KKB bisa tumbuh dua digit.

"Proses dan digitalisasi juga terus kami tingkatkan, sehingga customer experience jadi lebih baik. Lewat CNAF, kami sudah ada aplikasi online, yakni CNAF Mobile dan dan Sahabat CNAF," terangnya, kepada Kontan, Senin (1/11).

Adapun, Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, menjelaskan, rata-rata bulanan permintaan KKB sudah cukup baik, yakni sudah mendekati Rp 2 triliun.

Namun, KKB memiliki tenor yang lebih pendek dibandingkan dengan KPR, sehingga pembayaran bulanan juga cukup tinggi, di mana rata-ratanya mencapai sekitar Rp 2 triliun.

"Jadi kalau kredit baru kurang dari Rp 2 triliun, maka outdstandingnya masih tetap negatif," katanya, baru-baru ini.

Selain itu, menurut dia, ada pula faktor lain yang membuat baki debet KKB masih terkontraksi. Pertama, krisis semikonduktor yang melanda hampir seluruh pabrikan otomotif global membuat produksi mobil sedikit tersendat.

Kedua, penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat pada Juli 2021 membuat kapasitas pabrikan dan jumlah shift pekerja industri otomotif berkurang. Kondisi itu, Jahja berujar, membuat permintaan dari konsumen tidak terpenuhi.

EVP Consumer Loans Bank Mandiri, Ignatius Susatyo Wijoyo juga menyebut penyaluran KKB sudah sangat kencang. Pencairan baru hingga September 2021 sebetulnya sudah meningkat sekitar 30-40 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Selain dengan dukungan dari insentif pajak dan pelonggaran LTV, dia menambahkan, peningkatan pencaiaran kredit baru itu juga ditopang oleh mulai banyaknya peluncuran produk-produk baru tahun ini.

"Tahun ini banyak produk baru yang diluncurkan, mulai dari Toyota Raize, Daihatsu Rocky, Hyundai Creta, Honda New BRV, mobil listrik juga mulai diminati hanya saja memang harganya masiih mahal. Ini yang mendorong pencairan baru ini. Sedangkan tahun lalu sama sekali tidak ada launcing mobil baru," jelasnya, akhir pekan lalu.

Susatyo menyatakan, peningkatan pencairan baru terutama terjadi sejak kuartal II dan kuartal III. Sedangkan kuartal I masih berat karena ada isu krisis chip yang membuat supplai barang sempat kosong.

Walaupun secara tahunan baki debet KKB Bank Mandiri masih kontraksi karena di saat yang sama pembayaran kredit juga besar, dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu sudah ada pertumbuhan positif sebesar 1 persen.

Ia memperkirakan KKB akan terus membaik hingga akhir tahun. Begitu pula dengan 2022, diperkirakan akan tetap tumbuh positif sejalan dengan meningkatnya target penjualan mobil dari industri otomotif. (Kontan.co.id/Dina Mirayanti Hutauruk)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved