Breaking News:

Berita Karanganyar

Angka Kemiskinan pada 2020 Capai 10 Persen, Pemkab Karanganyar Berupaya Keras untuk Menurunkan

Pemkab Karanganyar berupaya menurunkan angka kemiskinan menyusul peningkatan dampak semenjak adanya pandemi Covid-19.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Rakor penanggulangan kemiskinan di Podang I Setda Karanganyar pada Kamis (4/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar berupaya menurunkan angka kemiskinan menyusul peningkatan dampak semenjak adanya pandemi Covid-19.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Baperlitbang Karanganyar, tercatat angka kemiskinan pada 2019 sebesar 9,55 persen.

Kemudian mengalami kenaikan menjadi 10,28 persen pada 2020.

Kepala Baperlitbang Karanganyar, Dwi Cahyono menyampaikan, adanya peningkatan tersebut dikarenakan adanya pandemi Covid-19 mulai tahun kemarin.

Baca juga: Creative Farm Batang Wisata Edukasi Petik Buah dan Pengembangan Hortikultura

Baca juga: Beredar di Youtube Video Detik-detik Mobil Vanessa Angel Kecelakaan di Tol, Cek Faktanya

Lanjutnya, mungkin kenaikan angka kemiskinan juga terjadi di daerah lain.

"Padahal kita di perubahan RPJMD ada target juga. 2021 targetnya 9,86 persen. Pada 2022 menjadi 9,25 persen dan akhir RPJMD pada 2023 menjadi 8,89 persen," katanya kepada Tribunjateng.com usai rakor di Podang I Setda Karanganyar, Kamis (4/11/2021).

Dia menuturkan, dalam upaya menurunkan angka kemiskinan diperlukan sinergi dari semua OPD yang memiliki program pengentasan kemiskinan.

Baik itu melalui Dispermasdes, Dinsos dan lainnya. Maupun bekerja sama dengan pihak lain melalui program CSR.

"Dengan potensi yang ada perlu kita tekan, mana prioritasnya. Termasuk kita akan bekerja sama dengan stakeholder lain seperti perusahaan, akademisi, perbankan dan lainnya," ucapnya.

Pemkab Karanganyar berhasil menurunkan angka kemiskinan pada periode 2017-2018 lalu. Dari semula 12,28 persen menjadi 10,01 persen.

Menurutnya, upaya penurunan angka kemiskinan tersebut dikarenakan sudah jelas indikatornya yang kemudian dilakukan intervensi. Seperti program jambanisasi.

Dwi menjelaskan, akan ada program pendampingan OPD di desa yang menjadi target pengentasan kemiskinan.

Adapun Pemkab Karanganyar mendapatkan surat edaran dari Bappeda Jateng.

Baca juga: Sekar Pastry and Bakery Dapatkan Ilmu Usaha dari Pelatihan Berjenjang DISKOPUKM Jateng

Baca juga: Mitra10 Tegal Jadi Cabang ke-9 yang Dibuka Semasa Pandemi Covid-19 

Bappeda Jateng menentukan lima desa di lima kecamatan sebagai piloting dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Karanganyar.

"Kita akan cermati dulu sesuai dengan kondisi lapangan, kita data kemudian mengkoordinasikan dengan stakeholder," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved