Berita Viral

Curhat Anak 6 Tahun Dicabuli 5 Bocah Sejak 2020, Dilakukan Terpisah, Seorang Pelaku Masih 9 Tahun

Indra menjelaskan, selama ini korban tinggal bersama neneknya, karena kedua orangtua telah berpisah

Editor: muslimah
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi pencabulan terhadap bocah 

TRIBUNJATENG.COM - Kisah yang sungguh miris datang dari Pontianak.

Lima bocah terlibat kasus pencabulan.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak AKP Indra Asrianto mengatakan, peristiwa pencabulan terhadap anak berusia enam tahun yang dilakukan teman sepermainannya terjadi pertama kali tahun 2020.

"Konologisnya berawal di tahun 2020, salah satu diduga pelaku telah melakukan pencabulan, kemudian empat pelaku lainnya melakukan pencabulan di waktu dan tempat berbeda, artinya tidak secara bersama-sama," kata Indra kepada wartawan, Kamis (4/11/2021).

Baca juga: Kronologi Ketua DPRD Digigit Buaya saat Berada di Kebun Kelapa Sawit Miliknya

Baca juga: Manfaat Jahe untuk Menurunkan Berat Badan, Berikut Studi Terbaru dan Takaran Tepat yang Diperlukan

Indra menjelaskan, selama ini korban tinggal bersama neneknya, karena kedua orangtua telah berpisah.

"Jadi, awalnya korban cerita telah dicabuli kepada neneknya. Sementara terduga pelaku lima orang," ujar Indra.

Diberitakan, sebanyak lima orang bocah bawah umur di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) mencabuli seorang anak berusia enam tahun.

Peristiwa tersebut dalam penyidikan pihak kepolisian.

Kelima bocah sebagai pelaku telah menjalani pemeriksaan.

"Saat ini sudah kami periksa 5 orang anak berusia di bawah 12 tahun terkait perbuatan pencabulan," kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak AKP Indra Asrianto kepada wartawan, Rabu (3/11/2021).

Indra merinci, rata-rata usia pelaku 12 tahun, namun ada yang berusia 10 tahun dan 9 tahun.

Indra memastikan, proses pemeriksaan berpedoman pada Undang-undang tentang Perlindungan Anak.

"Kelima diduga pelaku sudah kami periksa didampingi orangtuanya. kemudian terkait dengan kejadian tersebut, saat ini yang kami lakukan pemeriksaan saksi-saksi," terang Indra.

Menurut Indra, untuk sementara korban baru satu orang karena teman sepermainan

"Kami akan lakukan proses penyelidikan lebih lanjut, melakukan pemeriksaan, tentu saja dengan pendekatan terhadap anak tersebut dengan didampingi orangtua dan Dinas Sosial," ucap Indra. (Kompas.com)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved