Berita Pendidikan

Lakukan Latihan Evakuasi, Guru dan Siswa SLB-B dan C Swadaya Semarang Selamatkan Diri dari Kebakaran

Puluhan Guru dan siswa di SLB-B,C Swadaya Semarang, berhamburan keluar dari ruang kelas.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan Guru dan siswa di SLB-B,C Swadaya Semarang, berhamburan keluar dari ruang kelas.

Alarm kebakaran yang berbunyi nyaring menjadi pertanda sedang terjadi kebakaran.

Para guru segera memberikan kode khusus kepada para disabilitas tuli.

Baca juga: Rumah Dijual Baru - Bekas dan Tanah Murah Semarang Kamis 4 November 2021

Baca juga: Mobil Dijual Baru dan Bekas Semarang Murah Berkualitas Kamis 4 November 2021

Pun dengan disabilitas intelektual diberi pemahaman untuk tetap tenang.

Mereka lalu membentuk barisan memanjang saling terhubung dengan memegang pundak kawan di depannya.

Para guru lalu mengintruksikan mereka agar keluar kelas dengan tenang.

Demikian secuil simulasi bencana kebakaran di SLB-B,C Swadaya Semarang, sekolah khusus para anak disabilitas tuli dan disabilitas intelektual.

Sekolah SLB-B,C berada di Jalan Taman Seteran Baru, Miroto, Semarang Tengah, di sekolah itu terdapat 129 siswa terdiri 80 disabilitas intelektual dan sisanya disabilitas rungu baik dari tingkat SD, SMP dan SMA.

Sekolah berada di lingkungan padat penduduk yang rawan terjadi bencana kebakaran. 

Orangtua siswa Ngadiman (50) mengaku, senang adanya pelatihan bencana kebakaran, apalagi anaknya  seorang disabilitas rungu bersekolah di SLB tersebut.

"Saya senang anak saya bisa terlatih karena didukung oleh lingkungan yang juga terlatih sehingga ketika terjadi bencana kebakaran diharapkan dapat diantisipasi dengan baik," terangnya kepada Tribunjateng.com saat menyaksikan anaknya ikut simulasi bencana, Kamis (4/11/2021).

Ia menyebut, potensi bencana kebakaran memang paling rawan terjadi di sekolah SLB tersebut karena terdapat di tengah permukiman padat penduduk.

Meski demikian, ia meminta anak diberi bekal tambahan lain seperti pelatihan bencana banjir.

"Semisal ada pelatihan lagi pinginnya anak dapat juga soal hadapi banjir karena Kota Semarang juga rawan terhadap bencana banjir," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved