Breaking News:

Berita Karanganyar

Pemkab Karanganyar Dukung Program Desa/Kelurahan Siaga Sehat Jiwa

Pemkab Karanganyar dukung kampanye sehat jiwa melalui desa/kelurahan siaga sehat jiwa.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Bupati Karanganyar menandatangani komitmen bersama mewujudkan Kabupaten Karanganyar sehat jiwa di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (4/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mendukung program kampanye sehat jiwa melalui desa/kelurahan siaga sehat jiwa (DSSJ).

Dukungan tersebut diwujudkan dal

Bupati Karanganyar, memberikan pengarahan dalam acara kampanye sehat jiwa melalui DSSJ di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (4/11/2021).
Bupati Karanganyar, memberikan pengarahan dalam acara kampanye sehat jiwa melalui DSSJ di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (4/11/2021). (Tribun Jateng/Agus Iswadi)

am deklarasi komitmen bersama dari dinas terkait beserta perangkat kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (4/11/2021).

Data dari DKK Karanganyar, ada 1.377 penderita gangguan jiwa di Kabupaten Karanganyar pada 2021. Dari jumlah tersebut ada 17 persen atau 87 orang yang belum mendapatkan akses fasilitas kesehatan.

Kepala DKK Karanganyar, Purwati menyampaikan, pemerintah desa dan kecamatan diharapkan dapat melaporkan apabila ada warganya yang menderita gangguan jiwa. Dengan begitu diharapkan semua penderita gangguan jiwa mendapatkan pelayanan.

"Nanti ditindaklanjuti, apakah di fasum sudah berobat apa belum. Kalau belum dianjurkan berobat. Kalau harus dirujuk, kita rujuk. Di Karanganyar masih ada 17 persen yang belum berobat," katanya kepada Tribunjateng.com usai acara kampanye sehat jiwa melalui desa/kelurahan siaga sehat jiwa (DSSJ) di Pendopo Rumah Dinas Karanganyar.

Dia menuturkan, DKK Karanganyar mendapatkan alokasi anggaran untuk masyarakat beresiko senilai RP 900 juta pada tahun ini. Anggaran tersebut dapat digunakan untuk penanganan masyarakat beresiko termasuk penderita gangguan jiwa.

"Bila tidak mampu, tidak ada jaminan (kesehatan) bisa diintervensi pemda," ucapnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta supaya masyarakat dapat melaporkan apabila ada anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa.

"Masyarakat tolong untuk tidak malu melaporkan kalau keluarganya ada yang gangguan jiwa. Laporkan untuk diobati," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved