Berita Regional

Perahu Terbalik di Sungai Bengawan Solo, 7 Orang Hilang Pencarian Dihentikan Sementara

Sebuah perahu berpenumpang 17 orang tenggelam di Sungai Bengawan Solo di wilayah Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Tuban, menuju Desa Semambung.

Editor: rival al manaf
Instagram/ndorobei.official
Detik-detik Penumpang Perahu Terbalik di Bojonegoro Terseret Arus 

TRIBUNJATENG.COM, TUBAN - Sebuah perahu berpenumpang 17 orang tenggelam di Sungai Bengawan Solo di wilayah Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Tuban, menuju Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Jawa Timur.

Perahu tersebut tenggelam pada Rabu (3/11/2021) setelah terhantam arus dan berputar arah.

10 orang berhasil diselamatkan sementara 7 sisanya masih dinyatakan hilang hingga Kamis (4/11/2021) pagi.

Baca juga: Detik-detik Penumpang Perahu Terbalik di Bojonegoro Terseret Arus, 12 Selamat 6 Hilang

Baca juga: 2 Pria Tewas Tersambar Petir di Atas Perahu saat Cari Kayu di Tengah Hujan Lebat

Baca juga: UPDATE Kasus Limbah Ciu Cemari Sungai Bengawan Solo, Polda Jateng Undang Saksi Ahli

Perahu yang dikemudikan oleh Kasiyan, warga Kanor, Bojonegoro, tenggelam setelah terhantam derasnya air Sungai Bengawan Solo saat hendak menyeberangkan penumpangnya.

Kasnadi, warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Tuban mengatakan, saat itu terdapat dua unit perahu yang melayani penumpang untuk menyeberangi Sungai Bengawan Solo di tambangan Kanor - Rengel (Kare).

Pagi harinya, sebuah perahu yang membawa penumpang dari arah Kanor, Bojonegoro menuju Rengel, Tuban juga sempat terhantam arus air sungai yang sangat deras.

"Paginya perahu yang dari arah Kanor juga sempat hampir terbalik terhantam arus air, tapi masih selamat dan bisa lolos," kata Kasnadi yang bekerja di proyek pembangunan jembatan Kare (Kanor-Rengel), Rabu (3/11/2021).

Perahu tersebut berhasil lolos dan bersandar di tambangan Desa Ngadirejo, Rengel.

Sementara pada perahu yang tenggelam, Kasnadi mengungkapkan perahu itu melawan arus air yang deras. 

Akibatnya ketika perahu sampai di tengah sungai, perahu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.

Pencarian Dihentikan Sementara

Proses pencarian korban penumpang perahu penyeberangan Sungai Bengawan Solo Kanor-Rengel, Tuban, Jawa Timur, dihentikan sementara lantaran kondisi cahaya sudah gelap memasuki malam hari.

Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Yudi Irwanto mengatakan, pencarian terhadap korban para penumpang perahu yang hilang dilakukan oleh tim SAR gabungan dari BPBD Tuban dan Bojonegoro, Basarnas Jawa Timur, Polisi, TNI, Tagana Tuban.

"Tim SAR gabungan sudah melakukan penyisiran sejauh 9 kilometer dari titik lokasi kejadian tenggelamnya perahu, tetapi belum menemukan korban yang hilang," kata Yudi Irwanto kepada Kompas.com, Rabu (3/11/2021).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved