Breaking News:

Berita Purbalingga

Wabup Sudono Monitoring Pembangunan Puskesmas Rembang dan Rumdin Sekda

Wakil Bupati Purbalingga H Sudono melakukan monitoring progres dua proyek pembangunan fisik Pemkab Purbalingga.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: moh anhar
Humas Pemkab Purbalingga
Wakil Bupati Purbalingga H Sudono saat melakukan monitoring progres dua proyek pembangunan fisik Pemkab Purbalingga, Rabu (3/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Wakil Bupati Purbalingga H Sudono melakukan monitoring progres dua proyek pembangunan fisik Pemkab Purbalingga, Rabu (3/11/2021). 

Dua proyek yang dikunjungi diantaranya pembangunan Puskesmas Rembang di eks Kantor Kecamatan Rembang, Desa Losari dan rehabilitasi Rumah Dinas Sekretaris Daerah di Jalan Wiraguna Kelurahan Purbalingga Kidul.

Monitoring kali ini bertujuan memastikan hasil konstruksi yang dikerjakan sesuai dengan spesifikasi atau perencanaan dan sesuai dengan persentase progres waktu yang ditentukan. 

Baca juga: Buka Rakernis SPKT di Bandungan, Kapolda Jateng: Jadi Etalase polri dalam Pelayanan Masyarakat

Baca juga: Gencarkan Sosialisasi Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Bupati Kudus: Pelaku Warga Luar Kota

"Kalau terjadi keterlambatan pengerjaan, saya juga meminta kepastian dari pemborong. 

Kendala apa yang sedang dihadapi dan bagaimana solusinya agar di batas waktu yang ditentukan bisa selesai," kata Wabup Sudono kepada Tribunjateng.com, dalam rilis. 

Berdasarkan hasil monitoring Pembangunan Puskesmas Rembang terjadi sedikit keterlambatan. 

Sesuai target, saat ini seharusnya progres pembangunan sudah mencapai 82 persen, akan tetapi realisasinya masih 75,82 persen atau deviasi minus (-) 6,2 persen.

Menurut Wabup, proyek pembangunan Puskesmas Rembang harus mendapatkan perhatian lebih, mengingat anggaran yang dialokasikan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). 

Di samping itu, proyek ini juga dilelang dengan harga yang cukup rendah, yakni dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 4,889 miliar dilelang dengan harga Rp 3,764 miliar oleh PT Surya Hutama Karya.

"Jangan sampai dengan penawaran yang rendah ini mengorbankan kualitas bangunan, jadi harus tepat mutu, sesuai spesifikasi yang ditentukan," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved