Breaking News:

Berita Sragen

Sejak Night Market Sukowati Tutup, Pedagang Turun Omzet Hingga 80 Persen, Ada yang Gulung Tikar

Sejak ditutupnya Night Market Sukowati, para pelaku UKM turun omzet hingga 80 persen.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
ILUSTRASI. UKM Night Market Sukowati (Nimas) menerima bantuan modal usaha dari BAZNAS Sragen senilai Rp 150 Juta di ruang rapat Bupati Sragen, Jumat (5/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sejak ditutupnya Night Market Sukowati (Nimas) pada awal diberlakukannya PPKM Level, para pelaku UKM turun omzet hingga 80 persen.

Bahkan lima hingga 10 pedagang diantaranya terpaksa harus gulung tikar, karena tidak kuat bertahan di tengah dampak Pandemi Covid-19.

Hal tersebut diakui satu pedagang, Alfian Prihantoro usai menerima bantuan modal dari BAZNAS Sragen di ruang rapat Bupati Sragen, Jumat (5/11/2021). 

"Sejak Nimas ditutup penurunan pendapatan sangat banyak hampir 80 persen. Biasanya satu bulan dapat Rp 10 sampai 15 juta, saat Pandemi paling hanya Rp 3 juta bahkan Rp 2 juta," kata Alfian.

Alfian yang berdagang susu segar ini mengaku sejak Nimas ditutup sebagian pedagang tetap mencari cara untuk berjualan tetap guna menyambung hidup.

Diantara para pedagang ada yang mencari lokasi di pinggir jalan atau sewa di suatu tempat agar. Seperti dirinya yang juga memiliki lapak di Candi Asri.

"Rata-rata sebagian teman pedagang juga seperti itu (turun pendapatan) bahkan ada yang sama sekali berhenti berjualan. Tidak melanjutkan usahanya ada 5-10 pedagang, mereka kehabisan modal karena jualan lesu," terangnya.

Dirinya bersama teman-teman pedagang tentunya berharap Nimas bisa segera dibuka kembali.

Namun pihaknya juga mengaku patuh terhadap kebijakan pemerintah belum dibukanya Nimas.

"Ya kita tetap menyesuaikan anjuran dari pemerintah, Nimas jadi potensi yang ditakutkan pemerintah terjadinya kerumunan. Kami juga tidak ingin," katanya.

Alfian mengaku Nimas memanglah sangat berpengaruh bagi UKM. Yakni ialah dari segi promosi di tempat strategis dan beramai-ramai.

Dirinya mengaku akan berbeda dengan promosi dirumah sendiri atau di lapak sendiri.

Menurutnya dengan skala besar dan difokuskan di satu titik yang strategis seperti Nimas ditambah tingkat pengunjung yang banyak membantu nama produk UKM dikenal.

"Apalagi kalau ada pengunjung yang dari luar Sragen, itu sangat-sangat berpengaruh selain penghasilan yang tinggi, karena lokasi strategis menentukan prestasi bagi pengusaha," tambahnya.

Nimas sendiri sebelum ditutup diselenggarakan di Jalan Sukowati. Jalan ini menjadi lokasi yang strategis diselenggarakannya Nimas sehingga menunjang penambahan pendapatan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved