Breaking News:

Berita Pati

Siswa SMPN 3 Pati Ciptakan Alat Ventilasi Udara untuk Penderita Covid-19 yang Isoman

Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Pati menciptakan inovasi alat ventilasi udara bagi penderita Covid-19.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: moh anhar
Dok SMPN 3 Pati
Siswa-siswi SMPN 3 Pati menunjukkan alat air-closed ventilation hasil karya mereka yang membuat mereka memenangi kompetisi Internasional Science and Invention Fair (ISIF) 2021. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Pati menciptakan inovasi alat ventilasi udara bagi penderita Covid-19.

Hasil karya tersebut mengantarkan tim SMPN 3 Pati meraih medali emas dalam ajang Internasional Science and Invention Fair (ISIF) yang digelar 28 Oktober hingga 1 November lalu.

Tim tersebut terdiri atas Marina Diva Irsaniya, Lintang Artthalita Miftania Altaf, Amanda Aninditya Trihapsari, Fernandito Akbar Kurniawan, dan Fiqy Trisa Insani. 

Baca juga: Keren, Dua Tim Riset Siswa MTsN 1 Pati Raih Medali dalam Ajang Penemuan Sains Internasional

Baca juga: Abrasi Nyata, Bangunan-Bangunan Ini Terbengkalai Terkepung Rob di Pesisir Semarang

Baca juga: Abrasi Makin Parah, Nelayan Tambakerjo Semarang Risau Pesisir Semarang akan Tenggelam

Proyek ini mereka ikutkan dalam kompetisi internasional tersebut dengan judul “Air-Closed Ventilation for Environmental Health, A New Era Of Covid-19 Disease”. 

Adapun ISIF merupakan kompetisi pameran sains dan penemuan internasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Ilmuwan Muda Indonesia (IYSA) bekerja sama dengan beberapa Universitas terkemuka Indonesia, yakni Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Institut Pertanian Bogor.

“Kami bersyukur dapat meraih medali dalam ajang tersebut. Apalagi harus bersaing dengan 500 tim dari 36 negara,” ujar koordinator guru pembimbing, Mohamad Rauf, Jumat (5/11/2021).

Adapun Ketua Tim, Fiqy Trisa Insani, menjelaskan bahwa alat tersebut mampu membantu penderita Covid-19 ketika tengah menjalani isolasi mandiri. 

Dia memaparkan, alat ini bekerja dengan memanfaatkan prinsip ventilasi udara buatan dalam proses pergantian udara di dalam ruangan tertutup yang menggunakan bantuan peralatan mekanik. Alat ini juga dilengkapi cairan disinfektan alami dari daun sirih dan minyak kayu putih.

“Udara yang dihasilkan alat ini mengandung senyawa zat antiseptik yang dapat membunuh bakteri dan aman bagi tubuh manusia,” jelas Fiqy. 

Ia mengatakan, proyek tersebut ia kerjakan bersama-sama rekan satu tim dan guru pembimbing selama dua bulan.

Dalam pengerjaan, mereka sempat terkendala dalam pembuatan cairan antiseptik dari daun sirih. Namun, masalah itu bisa diatasi setelah pihaknya bekerjasama dengan Laboratorium Kesehatan Daerah.

“Alat ini bisa membantu masyarakat yang isolasi mandiri di rumah. Bantuan alat ini diharapkan bisa membuat sirkulasi udara menjadi lebih aman dan efektif," tutur dia.

Kepala SMPN 3 Pati Ruqayah merasa bangga atas capaian para siswanya. 

Baca juga: Cara Iga Usaha RollsnRolls Sukses Atur Keuangan 

Baca juga: Tak Kunjung Dibangun, Jembatan Bambu di Desa Larangan Banjarnegara Kembali Hanyut Terbawa Banjir

Baca juga: Bank Indonesia: Rp 12,66 Triliun Modal Asing Minggat dari Pasar Keuangan Domestik

Dia akan berupaya mengembangkan alat tersebut sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat pada masa pandemi ini.

“Bahkan, jika memungkinkan alat ini akan kami manfaatkan untuk pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Penggunaan alat ini tentu akan membuat kualitas udara menjadi lebih baik sehingga bisa meminimalisasi segala kerawanan saat PTM,” tandas dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved