Breaking News:

Bencana Alam

Ibu dan Anak Tewas Terseret Arus Banjir Bandang, Sejumlah Warga Mengungsi

Dua orang tewas terseret arus banjir bandang di Desa Daenaa, Limboto Barat, Gorontalo.

Editor: sujarwo
tribunjateng/dok
ILUSTRASI banjir 

TRIBUNJATENG.COM - Dua orang tewas terseret arus banjir bandang di Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Kamis (4/11/2021) malam.

Kedua korban tersebut merupakan ibu dan anak berinsial RJ (35) dan A (9).

Jenazah bocah laki-laki itu sudah ditemukan, sementara ibunya RJ (35) masih dilakukan pencarian oleh petugas.

Banjir bandang disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Provinsi Gorontalo.

Setidaknya banjir memaksa sejumlah warga di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo utara dan Bone Bolango, mengungsi.

Sebanyak 613 jiwa atau 180 kepala keluarga (KK) di Desa Tolongio, Kecamatan Angrek, Kabupaten Gorontalo Utara, dilaporkan menjadi korban banjir bandang ini.

Untuk membantu warga korban banjir, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie sudah menyalurkan bantuan makanan di Desa Daenaa, Jumat (5/11/2021).

Desa Daenaa menjadi salah satu kawasan terparah yang dihantam banjir bandang. Banjir dilaporkan merendam 6 kecamatan dan 21 desa di Kabupaten Gorontalo.

Air bah yang datang sangat cepat melalui Sungai Marisa, Alo, dan Pohu. Air yang disertai lumpur ini langsung menerjang permukiman warga.

Warga juga tidak sempat menyelamatkan harta benda, karena lebih mengutamakan anggota keluarganya.

“Kebutuhan makanan menjadi vital. Mereka tidak sempat lagi memasak semua terendam air,” kata Rusli Habibie.

Untuk memenuhi kebutuhan warga korban banjir, Rusli Habibie menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial untuk menyiapkan 3.000 bungkus makanan siap saji.

“Kami sudah mendirikan dapur umum yang dipusatkan di Makorem. Ini sebagai langkah awal tanggap darurat,” ucap Rusli Habibie. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved