Breaking News:

BSI Segera Buka Kantor di Dubai, ErickThohir Berharap Dampak Besar

Izin berupa Letter of Incorporation yang diterima BSI menandai secara resmi dapat membuka pasar di wilayah Timur Tengah.

Editor: Vito
Istimewa
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah mendapat izin prinsip operasional dari Dubai International Financial Center (DIFC) untuk membuka kantor di Dubai, UEA.

Izin berupa Letter of Incorporation yang diterima BSI menandai bahwa bank syariah terbesar di Tanah Air itu secara resmi dapat membuka pasar di wilayah Timur Tengah.

Dengan akta pendirian tersebut, BSI resmi menjadi bagian dari DIFC. Hal itu membuat BSI selangkah lebih dekat untuk mencapai tujuannya menjadi pemain kunci dalam industri perbankan syariah global.

Menanggapi hal itu, Menteri BUMN, Erick Thohir menyatakan, hal itu merupakan penanda rekam jejak pertama BSI di pasar global. Menurutnya, BSI akan menjadi bank dari Indonesia pertama yang memiliki kantor perwakilan di kawasan Timur Tengah.

Dengan ekspansi ini, dia menambahkan, BSI diharapkan dapat mewujudkan misinya sebagai Top 10 Global Islamic Bank berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2025.

“Kehadiran BSI di Dubai diharapkan tidak hanya dapat berkontribusi pada pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia, tetapi juga dapat mempererat hubungan antara Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah, khususnya UEA," katanya, dalam keterangan resmi, Sabtu (6/11).

"Terlebih, UEA adalah salah satu pusat investasi global, di mana Dubai adalah pusat keuangan syariah global, termasuk Sukuk,” tambahnya.

Ia berharap, BSI dapat mengoptimalkan potensi bisnis di Dubai dan menjadi jembatan penghubung antara Indonesia dan investor global, untuk menginvestasikan dananya pada proyek-proyek pemerintah, BUMN, dan juga untuk proyek-proyek pembangunan lain di Tanah Air.

“Tentunya, kehadiran BSI di Dubai juga diharapkan akan memudahkan akses bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mencari layanan dan informasi keuangan, guna memberdayakan bisnis ekspor dan impor ke Timur Tengah. Hal ini perlu ditekankan untuk memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi Indonesia khususnya pasca pandemi covid-19,” paparnya.

Sebelumnya, Direktur Utama BSI, Hery Gunardi menjelaskan, saat ini BSI sedang dalam tahap akhir untuk memperoleh izin dari DFSA terkait dengan pembukaan kantor representatif di Dubai.

"Kami ingin menjadi pelaku utama dalam mendorong dan menumbuhkan ekonomi syariah Indonesia," ujarnya.

Herry berharap, kehadiran BSI di Dubai juga akan memperkuat hubungan bilateral dan multilateral antara Indonesia dengan negara-negara GCC di Timur Tengah. (Kompas.com/Muhammad Choirul Anwar)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved