Breaking News:

Berita Karanganyar

Kejar Target Vaksinasi, DKK Karanganyar Blusukan Suntuk Warga ke Dusun-dusun

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mulai menyasar penerima vaksin hingga tingkat dusun guna mempercepat vaksinasi.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Kepala DKK Karanganyar, Purwati. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mulai menyasar penerima vaksin hingga tingkat dusun guna mempercepat vaksinasi. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari DKK Karanganyar, dari total sasaran 733.359 orang, pelaksanaan vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 83, 24 persen atau 610.449 orang per Sabtu (6/11/2021).

Sedangkan capaian vaksinasi dosis kedua sebesar 65,65 persen atau 481.420 orang. 

Baca juga: Peringatan Cuaca Hujan dan Angin Kencang Kabupaten Wonogiri Jam 8 Malam

Baca juga: Sandika Sempat Pegang Ranting Sebelum Akhirnya Terseret Arus Sungai Gembong Karanganyar

Kepala DKK Karanganyar, Purwati menyampaikan, mobil vaksin milik vaksin center telah menyambangi beberapa daerah seperti Kecamatan Gondangrejo, Jatiyoso, Jumantono dan Karangpandan sejak Senin (1/11/2021). 

"Vaksin door to door sudah, dosis pertama sudah keliling ke beberapa tempat. Menyambangi tingkat dusun," katanya kepada Tribunjateng.com, Minggu (7/11/2021). 

Adapun sebelum melaksanakan vaksinasi hingga tingkat dusun, pihak dinas melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak desa setempat.

Dalam meningkatkan capaian vaksin, dinas juga dibantu bus vaksin keliling dari Dinas Kesehatan Jateng. 

"Kita ada mobil vaksin keliling, kalau kemarin bus vaksin dari Jateng hanya menyambangi dua daerah. Jumantono dan Tawangmangu," ucapnya.

Kabid Yankes DKK Karanganyar, Dwi Rusharyati mengatakan, dinas melakukan vaksinasi keliling setiap Senin hingga Kamis.

Baca juga: Berharap Pandemi Berakhir, Rosa Optimistis Pengunjung Sam Poo Kong Akan Terus Meningkat

Baca juga: Sandika Sempat Pegang Ranting Sebelum Akhirnya Terseret Arus Sungai Gembong Karanganyar

Adapun sasaran lokasi merupakan daerah yang cakupan vaksinnya masih terbilang rendah untuk tingkat desa.

"Yang menentukan lokasi sesuai peta cakupan dari P2P," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved