Breaking News:

Berita Kendal

Bupati Kendal Yakin Tak Ada Isu Penularan Corona di Sekolah Lagi, Ini Rencana Selanjutnya

Bupati Kendal Dico M Ganinduto merasa yakin sudah tak ada isu penularan corona di sekolah.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
IST
Bunda Paud Kabupaten Kendal Wynne Frederica berinteraksi dengan peserta didik dengan menanyakan seputar pentingnya kebersihan bagi kesehatan badan 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menodorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar memperluas kembali pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Dorong tersebut disampaikan Dico setelah hasil evaluasi PTM berjalan baik tanpa ditemukan tenaga pendidik atau siswa terpapar Covid-19.

"(Evaluasi) PTM berjalan baik. Saya rasa sudah tidak ada isu lagi. Harapannya terus berjalan, tidak ada masalah, tidak ada klaster. Namun prokes harus dijaga agar PTM ini bisa berjalan terus," terangnya, Senin (8/11/2021).

Terhadap beberapa sekolah yang dicabut izin PTM, Dico menegaskan, sekolah yang bersangkutan masih belum boleh menyelenggarakan PTM kembali.

Sepanjang belum ada evaluasi maksimal dengan arahan langsung oleh dinas dan pengawas sekolah.

Ia meminta agar pembinaan terus dilakukan kepada pihak sekolah yang terkena sanksi.

Supaya kepala sekolah bisa membenahi prosedur pembelajaran agar lebih baik lagi.

"Kami evaluasi perluasan sekolah kembali. Sekolah yang kemarin dicabut belum boleh menyelenggarakan PTM lagi. Kami belum tahu kapan sekolah yang kena sanksi bisa melangsungkan PTM sepanjang belum dievaluasi maksimal," tegasnya. 

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi menyampaikan, momentum saat ini dimaksimalkan untuk memperluas jumlah sekolah yang menjalankan PTM terbatas secara bertahap.

Mekanisme evaluasi PTM bakal diperpanjang setiap dua pekan sekali.

Beberapa sekolah yang sudah lolos persyaratan seperti sarana penunjang prokes, vaksinasi tenaga pendidik dan siswa, serta sudah menjalankan simulasi PTM akan diproyeksikan mendapat izin PTM.

"Saat ini jumlah Paud yang sudah PTM ada 76%, SD ada 83%, SMP dan Pendidikan Non Formal sudah 100%," terangnya.

Pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap semua sekolah yang menjalankan PTM terbatas

Termasuk beberapa sekolah yang saat ini mendapatkan sanksi akibat melanggar protokol kesehatan. 

"Pengawasan terus kami lakukan untuk antisipasi terjadinya temuan di beberapa daerah lain. Untuk sekolah yang kena sanksi sudah melakukan evaluasi, akan kami cek agar bisa menjalankan PTM kembali tahap selanjutnya," ujar Wahyu. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved