Breaking News:

Pembiayaan Tumbuh 104%, Bisnis Fintech Tak Terpengaruh Pinjol Ilegal

keberadaan fintech menjadi penting bagi perekonomian nasional, khususnya dalam rangka meningkatkan angka inklusi keuangan.

Editor: Vito
Kontan/Muradi
ILUSTRASI Fintech 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Industri financial technology (fintech) masih mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang signifikan di tengah sorotan dan upaya pemberantasan pijaman online (pinjol) ilegal.

Data Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mencatat, akumulasi penyaluran dana fintech terdaftar dan berizin hingga kuartal III/2021 mencapai Rp 262,93 triliun, tumbuh 104,3 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Selaras dengan pertumbuhan tersebut, outstanding kredit industri fintech juga melesat 116,18 persen secara yoy menjadi Rp 27,48 triliun pada akhir September 2021.

Dengan melihat realisasi tersebut, Advisor Grup Inovasi Keuangan Digital OJK, Maskum mengatakan, keberadaan fintech menjadi penting bagi perekonomian nasional, khususnya dalam rangka meningkatkan angka inklusi keuangan.

"Perkembangan fintech sangat membantu upaya meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat," katanya, dalam peresmian 'Bulan Fintech Nasional (BFN) dan 3rd Indonesia Fintech Summit 2021', secara virtual, Senin (8/11).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), Ronald Yusuf Wijaya menuturkan, pertumbuhan fintech syariah di Indonesia hingga saat ini menggembirakan. 

Saat ini, walaupun diakui industri fintech syariah ini masih kecil, ia melihat pertumbuhannya sudah cukup signifikan. “Kami melihat bahwa baru 10 bulan di tahun ini sudah mengalami kenaikan 50 persen,” bebernya.

Ronald melihat antusias masyarakat menggunakan fintech syariah semakin tinggi berdasarkan jumlah user dan proyek-proyek UKM yang masuk ke fintech syariah.

Ia mengklaim, penggunaan fintech syariah untuk pembiayaan kegiatan produktif mendominasi mencapai 80 persen.

"Pembiayaan tercatat di OJK dari fintech syariah menunjukkan tingkat pengembalian sangat baik dan 80 persen digunakan untuk pembiayaan produktif," paparnya. (Kompas.com/Rully R Ramli/Kontan/Adrianus Octaviano/Tribunnews/Yanuar Riezqi Yovanda)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved