Breaking News:

Berita Karanganyar

Tebing 10 Meter Longsor Bikin Warga Ngargoyoso Karanganyar Terpaksa Mengungsi

Tebing dengan ketinggian sekitar 10 meter lebih longsor hingga menutup jalan kampung dan teras dua rumah warga di Puton Ngargoyoso Karanganyar.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Kondisi material longsor yang menutup jalan kampung dan teras dua rumah warga di Puton Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar pada Senin (8/11/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Tebing dengan ketinggian sekitar 10 meter lebih longsor hingga menutup jalan kampung dan teras dua rumah warga di Puton RT 2 RW 3 Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar

Akibatnya selain jalan kampung terputus sementara, dua KK terdiri dari enam jiwa mengungsi sementara di rumah milik RW setempat.

Dari pantauan di lokasi terlihat sejumlah relawan dan warga tengah bersihkan material longsor yang menutup badan jalan pada pukul 12.30. 

Warga yang mengungsi, Sugimanto menyampaikan, hujan lebat mengguyur wilayah sekitar pada Minggu (7/11/2021) pukul 21.00.

Lantaran merasa khawatir, Sugimanto dan Kakek akhirnya duduk di teras rumah. 

"Lihat longsoran kecil, saya lari mengambil nenek dan anak-anak di rumah Mbah kakung. Longsoran besar menyusul, saya lari ke tempat tetangga mengungsi," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (8/11/2021). 

Dia menuturkan, ada dua KK terdiri dari enam jiwa yang mengungsi sementara.

Sejumlah peralatan elektronik juga dibawa ke tempat pengungsian. 

Kasi Kesiapsiagaan BPBD Karanganyar, Hartoko menyampaikan, tercatat ada sejumlah 43 titik longsor yang terjadi di empat kecamatan seperti Kecamatan Ngargoyoso, Jenawi, Matesih dan Jatiyoso hingga Senin siang. 

Saat ini anggota tengah melakukan pendataan dampak adanya longsor dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak. 

"Paling parah di Ngargoyoso ada 31 titik.  Bahkan ada satu korban jiwa karena tertimpa material bangunan yang runtuh karena terkena longsoran. Ada juga dua KK yang mengungsi (warga Puton Desa Matesih)," ungkapnya. 

Dia menuturkan, wilayah lereng Gunung Lawu menjadi wilayah rawan tanah longsor dan saat ini dalam pantauan BPBD seperti Kecamatan Jenawi, Tawangmangu, Ngargoyoso, Karangpandan, Matesih, Jatiyoso dan Kerjo. 

"Kami mengimbau warga supaya selalu waspada, aktifkan siskampling. Kedua apabila tidur menempati ruang yang paling jauh dari titik bahaya (saat curah hujan tinggi dan durasinya lama)," jelasnya. (Ais). 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved