Breaking News:

Berita Banyumas

Cabuli ABG di Sawah, Buruh Tani di Banyumas Harus Menanggung Akibatnya

SD (55) seorang buruh tani warga Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas diamankan Unit PPA Satreskrim Polresta Banyumas

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Humas Polresta Banyumas
Petugas Reskrim Polresta Banyumas saat memeriksa SD (55) seorang buruh tani warga Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas, Selasa (9/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - SD (55) seorang buruh tani warga Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas diamankan Unit PPA Satreskrim Polresta Banyumas

Pria ini dilaporkan karena melakukan tindak asusila pencabulan terhadap anak dibawah umur. 

Korban adalah inisial AP perempuan berusia 15 tahun. 

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Berry, mengungkap kasus tersebut pada Senin (8/11/2021) sekira pukul 11.00 WIB.

Baca juga: Dini Hari, PSK Dibunuh Secara Kejam karena Tak Segera Layani Teman Kencan, Ini Kronologinya

Baca juga: 11 Drakor Terbaru Tayang November 2021 Song Hye Kyo, Jang Ki Young, Kim Soo Hyun hingga Taecyeon

Unit PPA menerima penyerahan dari anggota Polsek Purwokerto Utara, kemudian mengamankan dan meminta keterangan kepada tersangka, korban atau pelapor serta saksi-saksi lainnya.

"Tersangka mencabuli korban dengan cara bujuk rayu saat korban memetik buah kersen di tepi sawah. 

Kemudian tersangka mendekati korban dan berkata 'yan koe ngapa mengeneh' dijawab korban 'nggolet buah kersen.

Setelah itu tersangka berdiri di samping korban merangkul lalu melakukan tindakan asusila," ujar Berry kepada Tribunbanyumas.com, dalam keterangan tertulis. 

Usai melakukannya, tersangka memberikan uang sebesar Rp 20 ribu kepada korban. 

Kasatreskrim menjelaskan pihaknya mengamankan pelaku beserta barang bukti untuk proses penyidikan lebih lanjut. 

"Barang bukti diantaranya satu potong kaos lengan panjang warna biru, satu potong celana panjang warna hitam, satu potong celana dalam warna biru dan satu potong kaos dalam warna putih," jelasnya. 

Dalam perkara tersebut, penyidik mengenakan Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak terhadap pelaku dengan ancaman 5-12 tahun penjara. (Tribunbanyumas/jti) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved