Breaking News:

Berita Sragen

Cari Sasaran Vaksinasi, Pemkab Sragen Jemput Bola ke Toserba Luwes

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen terus melakukan percepatan vaksinasi. 

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Vaksinator dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen ketika melakukan vaksinasi ke pengunjung toserba Luwes Sragen, Selasa (9/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen terus melakukan percepatan vaksinasi.  Meskipun vaksinasi telah terpusat di Sentra Vaksinasi Sukowati, Pemkab Sragen lakukan jemput bola di tempat keramaian.

Setelah di Pasar Bunder Sragen Jumat dini hari kemarin, Pemkab Sragen melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen melakukan vaksinasi di Toserba Luwes Sragen.

Dipimpin langsung oleh Kepala DKK Sragen, Hargiyanto vaksinasi yang berlangsung di pintu depan Toserba Luwes ini berlangsung selama satu jam ini menyasar pengunjung dan pegawai toserba Luwes.

Ditemui disela-sela pemantauan vaksinasi, Hargi mengatakan vaksinasi jemput bola ini bertujuan untuk mengcover masyarakat atau karyawan yang belum bisa melakukan vaksinasi pada pagi dan siang hari.

"Kita cari mungkin disini ada pekerja yang belum disuntik, mungkin tidak berani ijin untuk vaksinasi karena harus kerja. Juga penjual di sekitar sini, pembeli jadi kita menjaring," kata Hargi.

Hargi melanjutkan dalam vaksinasi jemput bola ini, pihaknya tidak mentargetkan jumlahnya. Karena vaksinasi ini hanya bersifat sweeping yakni mencari masyarakat yang belum divaksin.

Dalam pelaksanaannya ini, Dinas Kesehatan melayani seluruh dosis, baik dosis pertama juga dosis kedua. Pihaknya membawa vaksin Pfizer untuk dosis satu dan dua dan Sinovac dosis kedua.

"Kemarin di Pasar Bunder memang kita temui yang sudah dosis satu, dosis kedua belum dilanjutkan karena tidak sempat akhirnya kita suntik juga," lanjut dia.

Cakupan vaksinasi di Kabupaten Sragen sendiri, saat ini telah mencapai 76 persen dengan prosentase lansia sebesar 66 persen.

Hargi mengaku pihaknya saat ini fokus pada pelaksanaan vaksinasi di sejumlah jenjang. Baik di Sentra Vaksinasi, puskesmas, hingga di tingkat bidan desa.

Dirinya juga mengungkapkan kendala yang saat ini dialami yakni mulai kesusahan mencari sasaran vaksinasi dosis pertama.

"Kendala saat ini memang susah mencari sasaran vaksinasi dosis pertama. Sehingga perlu dilakukan jemput bola dan nanti akan kita galakkan kembali vaksinasi door to door," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved