Kisah UMKM

Kisah UMKM: Mantan Pegawai Pilih Tekuni Bisnis Tas Setelah Ikut Kelas Keuangan

Fashion dan pernak-pernik warna pastel beberapa tahun terakhir banyak diminati oleh konsumen remaja.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Dita Putri Kusumaningrum (30)  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Fashion dan pernak-pernik warna pastel beberapa tahun terakhir banyak diminati oleh konsumen remaja.

Warna pastel dinilai memberikan kesan lebih tenang dan simple.

Hal ini lah yang membuat Dita Putri Kusumaningrum (30) mantan pegawai keuangan yang memilih untuk menekuni bisnis tas dari bahan corduroy dengan memadukan warna pastel. 

Wanita asal Waturumpuk, Salatiga ini mulai merintis usahanya sekitar tahun 2015 dengan nama brand Diip.co.

Baca juga: KABAR UMKM : Mitra10 Semarang Beri Ruang UMKM lewat Bazaar

Baca juga: Mitra10 Semarang Buka Bazar Bagi Pelaku UMKM

Baca juga: Menko Airlangga: UMKM Berkontribusi 60,51% pada PDB Nasional

"Awal mula berdirinya Diip.co karena aku pikir fashion tas dengan warna pastel masih jarang ditemui dan belum ada yang benar-benar menggarapnya dengan serius."

"Padahal warna pastel itu selalu bisa memberikan kesan chic, lucu dan cocok dipakai style apapun," ucapnya ke Tribunjateng.com, Sabtu (6/11/2021).

Untuk bahan baku sendiri, Dita menggunakan kain corduroy dan kanvas.

Awal tahun 2020 dirinya pun memilih resign dari tempat kerja untuk fokus mengurus Diip.co.

Terlebih permintaan pasar akan produknya terus mengalami kenaikan. 

Namun karena pengetahuannya akan keuangan usaha masih sedikit, Dita pun mencoba untuk mendaftar pelatihan berjenjang yang diadakan oleh Balatkop Provinsi Jawa Tengah dengan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jateng.

"Kepikiran buat seriusin dan ngembangin usaha. Setau aku pengetahuan financial itu penting banget buat bisnis, karena bisa melibatkan banyak lini. Nah kebetulan waktu itu tau info ada pelatihan berjenjang dari instagram Balatkop, antusias buat ikut pelatihan ini."

Awalnya Dita tak berharap lebih dari pelatihan ini karena pikirnya kegiatan ini digelar secara gratis. Namun setelah terpilih mengikuti pelatihan dia salah, dirinya malah mendapat banyak ilmu tentang mengatur keuangan usaha.

"Awalnya aku nggak expect banyak soal materi yang diberikan, karna kan gratis ya. Paling diajarin transaksi sama bikin laporan aja ternyata jauh dari apa yang aku pikirkan. Materi lebih banyak dan padat, tugas lebih banyak dan yang paling mengena itu secara  perlahan tapi pasti bisnis itu seperti mulai tertata." 

Dalam pelatihan itu ia dimentori langsung oleh Bio Hadikesuma, Owner Bio Hadikesuma Management Training & Consulting (BHMTC) sekaligus praktisi bisnis yang pernah menjadi konseptor salah satu Inkubator milik BUMN.

Banyak hal yang Dita dapat dari sang Mentor, Bio Hadikesuma.

Baca juga: Chord Kunci Gitar Martabat Manis Petra Sihombing

Baca juga: Sambil Gowes, Gubernur Ganjar Cek Pengerukan Sedimentasi dan Rumah Pompa di Kanal Banjir Barat

Baca juga: Investasi Bodong Beezy Terbongkar: Korban 900 Orang dengan Kerugian Rp 63 Miliar

"Di pelatihan ini yang pertama adalah mental yang di bentuk, mentor kita Mas Bio selalu bilang jadi pengusaha itu berat dan repot, makanya mentalnya harus kuat dan berani. Itu yg selalu aku ingat dan terapkan di pikiranku biar nggak gampang menyerah kalo ada masalah di bisnis,"

Dampak dari pelatihan ini pun membuat produksi diip.co naik dengan pesat. Dari awalnya yang hanya 60 pieces per bulan kini naik menjadi saat 200 pcs per bulan. 

Selain belajar tentang keuangan bisnis, Dita juga diajarkan beberapa teknik pemasaran.Dita merasa beruntung bisa bergabung dalam pelatihan ini. Dirinya juga sangat berharap lebih banyak pelaku UMKM yang ikut pelatihan berjenjang ini.

Nah bagi yang tertarik dengan koleksi produk tas pastel produk diip.co bisa dilihat di Instagram @diip.co. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved