Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KKN IAIN Kudus

LPPM IAIN Kudus Bahas RPKP Kawasan Wisata Muria

Adanya PKP ini, diharapkan ada persamaan persepsi terkait pembangunan kawasan perdesaan sehingga memunculkan sinergi dan keterpaduan antar desa.

Editor: abduh imanulhaq
IAIN KUDUS
LPPM IAIN Kudus dengan Dinas PMD Kabupaten Kudus melaksanakan FGD Penyusunan RPKP Kawasan Wisata Muria di Balai Desa Dukuhwaringin Kec Dawe, Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus menggelar Focused Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) Kawasan Wisata Muria.

Diskusi terbatas itu diselenggarakan di Balai Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe, Kudus.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Pemetaan LPPM IAIN Kudus terhadap potensi wisata di kawasan Muria dan hasil musyawarah antar desa yang diinisiasi oleh Dinas PMD.

Hadir Kepala Desa di kawasan Muria yaitu Kepala Desa Dukuhwaringin, Kepala Desa Colo, Kepala Desa Japan, Kepala Desa Kajar, dan Kepala Desa Ternadi.

Acara ini juga dihadiri beberapa dinas terkait, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kudus, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perdagangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM serta Dinas Pertanian.

Dalam paparan RPKP Kawasan Wisata Muria, Mohammad Dzofir. sebagai Ketua LPPM IAIN Kudus menyatakan Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) adalah salah satu pendekatan dalam menyelesaikan problem yang dihadapi masyarakat dan memberdayakan potensi yang dimiliki oleh masyarakat di kawasan perdesaan.

Melalui PKP ini diharapkan ada persamaan persepsi terkait pembangunan kawasan perdesaan sehingga memunculkan sinergi dan keterpaduan antar desa di Kawasan Muria.

Dzofir menambahkan Kawasan Muria memiliki potensi wisata yang kaya, meliputi wisata alam, wisata budaya, wisata religi, wisata kuliner, dan agro wisata.

Jika dikembangkan dengan terencana akan memberikan nilai tambah dan dampak ekonomi bagi masyarakat di Kawasan Muria.

Sekretaris Bappeda Kabupaten Kudus, Arif Suwanto, menambahkan, forum ini sangat penting, karena PKP itu amanat UU Desa, yaitu ingin mengkoneksikan pembangunan antar desa yang memiliki beragam potensi yang bersinggungan.

Arif menambahkan bahwa kawasan wisata akan tumbuh dengan baik bila dibangun berdasarkan keunikan dan potensi masyarakat dan perdesaan yang ada.

Harapannya, dengan adanya forum ini, akan terbangun sinergi dan harmoni antar dinas di Kabupaten Kudus dengan pemerintah desa sehingga saling memperkuat dan menyukseskan realisasi program pembangunan kawasan perdesaan di Kawasan Wisata Muria.

Hal ini diperkuat oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Adi Sadhono Murwanto., yang menegaskan bahwa setelah diskusi di forum ini akan mengundang semua pimpinan OPD Kudus untuk membuat komitmen bersama melaksanakan anamat PKP yang nanti akan ditetapkan secara resmi melalui Peraturan Gubernur Jawa Tengah.

Menurut Adi, tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui pembangunan Kawasan Wisata Muria.

“Impian saya adalah Kawasan Wisata Muria menjadi lebih maju dan berkembang sehingga memberikan dampak ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat di Kawasan Muria,” tandasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved