Breaking News:

Berita Banyumas

Muncul Usulan Kenaikan 16 Persen UMK, SPSI Banyumas Sebut Masih Belum Dibahas

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Banyumas Haris Subiyakto mengatakan usulan kenaikan UMK Banyumas masih belum dibahas

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Ilutrasi Bupati Banyumas, Achmad Husein saat mengunjungi pabrik Garmen, dan terlihat para pekerja yang sedang menjahit, Januari 2020 yang lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Perbandingan upah minimum kabupaten/kota (UMK) banyak diakui menjadi pertimbangan seseorang memilih merantau atau mengadu nasib. 

Menjelang akhir tahun ini di kala pandemi sudah mulai turun, kembali mencuat rencana kenaikan UMK. 

Pada tingkat Provinsi Jateng, mulai muncul usulan angka kenaikan 16 persen pada UMK. 

Angka tersebut diusulkan aliansi buruh pada tingkat Provinsi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Banyumas Haris Subiyakto mengatakan usulan kenaikan UMK Banyumas masih belum dibahas. 

"Belum dibahas, baru akan dirapatkan lagi nanti," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (9/11/2021). 

Sementara itu, Kepala Dinakerkop UKM Banyumas, Joko Wiyono mengatakan masih belum memutuskan terkait hal tersebut. 

"Kita belum memutuskan dan sedang menunggu data BPS dari pusat," imbuhnya. 

Salah seorang pekerja asal Berkoh Aji Bayu S (26), mengatakan dirinya adalah seorang perantau dan memilih bekerja di Jakarta. 

Ia sudah tiga tahun ini memutuskan mengadu nasib di Ibu kota. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved