Breaking News:

Berita Pekalongan

PAUD HI, Upaya Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Bantu Turunkan Angka Stunting

Stunting masih jadi isu nasional yang harus segera ditangani, termasuk di Kota Pekalongan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Kominfo Kota Pekalongan
Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya (kiri) saat menghadiri rapat koordinasi (rakor) menuju PAUD HI yang berlangsung di aula Dindik Kota Pekalongan, Selasa (9/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Stunting masih menjadi isu nasional yang harus segera ditangani, termasuk di Kota Pekalongan. Mengingat, di Kota Batik tersebut tercatat angka stunting masih cukup tinggi.

Oleh karena itu, Dinas Pendidikan (

Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya (kiri) saat menghadiri rapat koordinasi (rakor) menuju PAUD HI yang berlangsung di aula Dindik Kota Pekalongan, Selasa (9/11/2021).
Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya (kiri) saat menghadiri rapat koordinasi (rakor) menuju PAUD HI yang berlangsung di aula Dindik Kota Pekalongan, Selasa (9/11/2021). (Dok. Kominfo Kota Pekalongan)

Dindik) Kota Pekalongan rencana melakukan rencana aksi Gerakan Pendidikan Anak Usia Dini yang berkualitas, yakni PAUD Holistik Integratif (HI). Hal ini terungkap dalam kegiatan rapat koordinasi (rakor) menuju PAUD HI yang berlangsung di aula Dindik Kota Pekalongan, Selasa (9/11/2021).

Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya mengungkapkan bahwa, pendidikan anak usia dini merupakan periode emas sekaligus masa kritis yang keberhasilannya sangat menentukan kualitas anak dimasa dewasanya.

Sehingga, keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan salah satunya melalui pembentukan tim gugus tugas PAUD HI, dan regulasi yang mendukung pengembangan anak usia dini holistik integratif itu sendiri.

"Salah satu rencana aksi daerah Kota Pekalongan dalam menurunkan angka stunting adalah melalui pendidikan anak usia dini. Gerakan PAUD berkualitas, diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Kota Pekalongan ini," katanya.

Inggit menyebutkan, paud formal maupun non formal yang tersebar di Kota Pekalongan sebanyak 265 lembaga yang aktif dari 309 lembaga yang ada di DAPODIK.

Menurutnya, satu PAUD satu desa sudah lebih dari cukup. Namun, untuk saat ini tidak hanya jumlah saja yang harus dikejar tetapi layanan kualitas PAUD juga harus ditingkatkan.

"Harapan saya, setelah diadakan rakor ini semua aspek baik dari segi pendidikan, pengasuhan, perlindungan, kesehatan dan gizi terpenuhi. Sehingga bisa membentuk anak-anak Pekalongan yang berkualitas dan SAKPORE (Smart, Amanah, Kreatif, Peduli, Religius)," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dindik Kota Pekalongan Sherly Imanda Hidayah menerangkan, peran bunda PAUD selaku penggerak sangatlah banyak, di antaranya meliputi peningkatan angka APK, pemerataan akses ke seluruh PAUD di tingkat kota, kelurahan, dan kecamatan.

"Target kita saat ini yaitu mengajak pokja bunda PAUD baik tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan untuk lebih memahami PAUD holistik integratif, karena mereka adalah motor penggerak yang bisa menggerakkan lembaganya," kata Kabid PAUD dan PNF Dindik Kota Pekalongan Sherly Imanda Hidayah.

Sherly menilai, dari sebelum masa pandemi tingkat kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan anak usia dini ini memang kurang, ditambah adanya pandemi seperti sekarang ini, PAUD mengalami penurunan.

Hal inilah yang menjadi tugas penting, bagi tiap pokja untuk lebih giat lagi dalam mensosialisasikan pentingnya PAUD untuk anak-anak sebelum melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved