Breaking News:

Berita Video

Video Baznas Sragen Punya Pimpinan Baru Diminta Tingkatkan Zakat dari ASN

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sragen kini dipimpin oleh Drs. Mustaqim, menggantikan dr. Untung Mardikanto pada kepengurusan 2021-2026

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Berikut ini video Baznas Sragen punya pimpinan baru diminta tingkatkan zakat dari ASN.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sragen kini dipimpin oleh Drs. Mustaqim, menggantikan dr. Untung Mardikanto pada kepengurusan 2021-2026.

Drs. Mustaqim dilantik dan diambil sumpah bersama empat wakilnya oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati, Selasa (9/11/2021).

Pelantikan ini juga disaksikan Wakil Bupati Sragen, Suroto, jajaran Forkopimda Sragen, perwakilan Baznas Sragen, Drs. Zain Yusuf, sejumlah pejabat eselon, kepada dinas serta pegawai Baznas Sragen.

Perwakilan Baznas Sragen, Drs. Zain Yusuf pada kesempatannya berpesan agar Ketua Baznas Sragen yang baru segera tancap gas dan melakukan sosialisasi secara masif.

Sosialisasi masif secara besar-besaran kepada BUMN serta instansi vertikal seperti, Polres Sragen, Kodim Sragen, pengadilan negeri, DPRD hingga masjid-masjid yang ada di Sragen.

Menurutnya, jika sosialisasi masif dan berjalan baik akan meningkatkan lebih banyak lagi Zakat, Infaq, Sadaqah (ZIS) yang diterima Baznas Sragen.

Dengan begitu, langkah kegiatan Baznas bersama Pemkab lebih besar lagi kepada masyarakat. Dia mengatakan ZIS yang dikelola Baznas Sragen bersifat fleksibel.

"Karena ZIS Baznas bisa digunakan sewaktu-waktu. Tidak seperti dana APBD milik Pemkab yang harus melalui prosedur yang berlaku," katanya.

Dirinya menggarisbawahi agar pemimpin baru bisa meningkatkan pengumpulan sesuai potensi yang ada di Sragen, dengan tetap mengelola dana secara aman regulasi, aman syar'i, aman NKRI.

Sementara itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan sejauh ini ZIS yang diterima Baznas Sragen dari ASN capai Rp 7,7 miliar.

Jumlah ini telah jauh meningkat dari jumlah awal yang hanya Rp 1,5 miliar dan potensi yang ada. Yuni mengaku pihaknya hanya bersurat ke teman-teman dinas untuk membayar zakat ke Baznas Sragen.

"Saya yakin semua ASN bayar zakat,tapi barangkali tidak di Baznas. Karena kan masing-masing barangkali sudah tergabung dalam ormas ada Lazizmu, Lazisnu dan tempat-tempat lazis yang lain," katanya.

Dengan ini, dirinya bertahap zakat ASN di Baznas Sragen bisa optimal seperti dan memenuhi potensi yang ada. Mengingat, Baznas Sragen hanya menerima zakat dari ASN dan instansi vertikal. (uti)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved