Breaking News:

Berita Pekalongan

Wali Kota Pekalongan: Koperasi Harus Selalu Ada dan Berkembang

Dindagkop-UKM fasilitasi pelatihan dan uji kompetensi kepada perwakilan Kabag Pembiayaan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Kominfo Kota Pekalongan
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid (kiri) saat menghadiri pelatihan dan uji kompetensi kepada perwakilan Kabag Pembiayaan dari 25 KSP/KSPPS dan USP/UPPS yang ada di Kota Pekalongan selama 4 hari, di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Selasa (9/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN -Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM)

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid (kiri) saat menghadiri pelatihan dan uji kompetensi kepada perwakilan Kabag Pembiayaan dari 25 KSP/KSPPS dan USP/UPPS yang ada di Kota Pekalongan selama 4 hari, di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Selasa (9/11/2021).
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid (kiri) saat menghadiri pelatihan dan uji kompetensi kepada perwakilan Kabag Pembiayaan dari 25 KSP/KSPPS dan USP/UPPS yang ada di Kota Pekalongan selama 4 hari, di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Selasa (9/11/2021). (Dok. Kominfo Kota Pekalongan)

fasilitasi pelatihan dan uji kompetensi kepada perwakilan Kabag Pembiayaan dari 25 KSP/KSPPS dan USP/UPPS yang ada di Kota Pekalongan selama 4 hari, di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Selasa (9/11/2021).

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, koperasi harus selalu ada dan berkembang, berinovasi serta berkreasi menjadi poros pemulihan ekonomi di tengah masa pandemi.

Di tengah pandemi Covid-19, peran koperasi sangat penting guna membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Terutama, guna menyalurkan program bantuan atau kredit untuk permodalan mereka.

Mengingat, kasus Covid-19 di Kota Pekalongan telah melandai, selain menggenjot program vaksinasi di masyarakat, pemulihan ekonomi salah satunya melalui koperasi menjadi konsentrasi Pemerintah Kota Pekalongan.

"Selama pandemi, tugas Kabag pembiayaan koperasi ini memang cukup berat, angka kredit bermasalah alias Non Performing Loan (NPL) nya pasti naik. Bahkan, salah satu dari lima besar koperasi di Kota Pekalongan NPL nya sampai 50 % pasca pandemi ini. Ini sangat luar biasa, tetapi melihat riil di lapangan kasusnya memang seperti ini," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid.

Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan menekankan, baik koperasi maupun lembaga keuangan yang lainnya, di masa pandemi ini memang harus berhati-hati dalam mengeluarkan pembiayaan.

Karena situasi dan kondisi yang serba sulit, dimana 80 % sektor usaha terdampak selama pandemi.

Terlebih, untuk bagian pembiayaan di masing-masing koperasi, besaran NPL nya bervariasi. Melihat kondisi di lapangan, Aaf menyebutkan tidak ada lembaga keuangan yang collaps di masa pandemi ini.

"Saya masih melihat semuanya masih mampu bertahan di tengah situasi dan kondisi yang sulit ini. Hal ini yang menjadi catatan kita bersama, alhamdulillah sejauh ini kita masih bersama-sama untuk bisa kembali mendorong pemulihan ekonomi melalui koperasi," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved