Breaking News:

Berita Kudus

4.500 ‎Vaksin AstraZeneca di Kudus Terancam Kedaluwarsa, Waspada Hoaks Efek KIPI Berat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) ‎Kudus, Badai Ismoyo menceritakan, harus menghabiskan vaksin AZ dari Perancis itu dalam kurun waktu satu bulan.

Penulis: raka f pujangga | Editor: m nur huda
TribunJateng.com/Raka F Pujangga
Kepala DKK Kudus, Badai Ismoyo, 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Tak hanya 4.000-an dosis vaksin Astrazeneca (AZ) dari Italia dan Spanyol yang telah kedaluwarsa pada 29 Oktober 2021 lalu.

Sedikitnya 4.500 vial atau 45.000 dosis vaksin Astrazeneca dari Perancis juga terancam kedaluwarsa pada bulan November 2021 ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) ‎Kudus, Badai Ismoyo menceritakan, harus menghabiskan vaksin AZ dari Perancis itu dalam kurun waktu satu bulan.

Pasalnya masa penyimpanan ‎vaksin AZ hanya bertahan satu bulan jika disimpan dalam kotak penyimpanan minus 20 derajat celcius.

"Jika disimpan di bawah minus 20 derajat, masa berlaku vaksin itu bisa lebih lama. Tapi kami saat ini hanya bisa menyimpannya 20 derajat‎," ucap dia, saat ditemui di kantornya, Selasa (9/11/2021).

Makanya, dia harus segera menghabiskan vaksin tersebut dalam kurun waktu satu bulan sebelum jatuh masa kedaluwarsa.

"Kami bekerjasama dengan vaksinator untuk mempercepat proses vaksinasi ini," jelas dia.

Badai menambahkan, vaksin yang sudah kedaluwarsa sejak Oktober 2021 sudah ditarik dari fasilitas kesehatan.

Pihaknya masih menyimpan vaksin kedaluwara tersebut sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Belum ada instruksi saat ini untuk memusnahkan atau mengembalikan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved