Breaking News:

Berita Pekalongan

Hari Pahlawan, Wali Kota Pekalongan Aaf: Semangat Perjuangan Harus Terus Dilakukan

Pemkot Pekalongan menggelar upacara Peringatan Hari Pahlawan tahun 2021 di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar
Dokumentasi Kominfo Kota Pekalongan
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat melakukan tabur bunga di TMP Prawira Reksa Negara dalam peringatan Hari Pahlawan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemkot Pekalongan menggelar upacara Peringatan Hari Pahlawan tahun 2021 di tengah pandemi Covid-19.

Meskipun di tengah masa pandemi, upacara Hari Pahlawan tetap terlaksana dengan jumlah peserta yang terbatas dan disesuaikan dengan protokol kesehatan, di halaman Setda Kota Pekalongan, Rabu (10/11/2021).

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, pertempuran 10 November 1945 merupakan momen paling bersejarah dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Warga Kandri Kesulitan Air Bersih, Longsor di Petuguran Banjarnegara Rusak Bak Penampung Air Warga

Baca juga: Alun-Alun Johar Target Rampung Desember, Pedagang Akan Menempati di Lantai Bawah Lapangan Rumput

Peristiwa itu mengingatkan generasi penerus bangsa, bahwa kemerdekaan memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu negeri.

"Hari ini, 10 November tahun 2021 alhamdulillah kita semua bisa memperingati Hari Pahlawan, sudah bisa menggelar upacara, dan setelah ini dilanjutkan tabur bunga ke Taman Makam Pahlawan. Pada prinsipnya di peristiwa bersejarah ini, kita harus selalu mengenang jasa-jasa para pahlawan, bagaimana perjuangan mereka melawan penjajah," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid.

Aaf, panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan mengungkapkan, Hari Pahlawan kiranya tidak hanya sekedar diingat pada setiap 10 November saja.

Namun, perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan kedaulatan NKRI perlu terus dikenang sepanjang masa.

"Situasi dan kondisi dulu serta sekarang, memang sangatlah berbeda. Namun, hal ini bukan berarti, generasi penerus bangsa berhenti melakukan perjuangan ataupun perang melawan terhadap penjajah."

"Perjuangan kita sebagai generasi penerus bangsa harus selalu ada. Mengingat, bahwa dahulu para pahlawan melawan penjajah dengan senjata seadanya seperti bambu runcing, tetapi di era sekarang generasi penerus bangsa harus melakukan perang terhadap usaha mempertahankan budaya-budaya bangsa dan kearifan lokal Indonesia yang saat ini sudah dijajah oleh budaya-budaya dari luar. Pasalnya, anak-anak zaman sekarang lebih mengenal lagu-lagu K-POP, dibandingkan lagu pahlawan atau lagu kebangsaan, sehingga hal itu yang harus dihindari," ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, perjuangan para pahlawan ini tidak berhenti pada 10 November 1945 saja, namun perjuangan ini harus terus berlanjut dilakukan dengan situasi dan kondisi yang berbeda tentunya.

Baca juga: Kantor Desa Dibakar Warganya Sendiri, Sekdes Ungkap Penyebabnya

Baca juga: Manfaatkan Poster Kampanye Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19

"Kita tidak mau dijajah secara ekonomi, budaya, dan sebagainya. Ini yang harus kita ingatkan terus untuk diri sendiri dan generasi penerus kita," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved