Breaking News:

Guru Berkarya

Manfaatkan Poster Kampanye Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19

Saat ini dunia pendidikan termasuk di Indonesia sedang mengalami perubahan dalam sistem pembelajaran karena adanya pandemi covid-19.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Agus Sultoni SPd, Guru SMP Negeri 1 Comal Kab Pemalang 

Oleh: Agus Sultoni SPd, Guru SMP Negeri 1 Comal Kab Pemalang

SAAT ini dunia pendidikan termasuk di Indonesia sedang mengalami perubahan dalam sistem pembelajaran karena adanya pandemi Covid-19. Sekolah saat ini melaksanakan kegiatan tatap muka terbatas karena sangat ditakutkan virus akan menular pada guru maupun siswa ketika kegiatan pembelajaran berlangsung di kelas secara penuh.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas ini dilakukan dengan kapasitas setengah dari jumlah keseluruhan siswa dalam satu kelas (50% jumlah siswa). Pembelajaran di masa pandemi sangatlah berbeda dengan pembelajaran seperti biasanya di masa normal. Baik guru maupun siswa harus bisa bekerjasama dalam upaya melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan peraturan protokol kesehatan yang ketat.

Pembelajaran tatap muka secara terbatas ini tentu memiliki berbagai kekurangan dan kelebihan. Kelebihan sistem pembelajaran ini selama pandemi adalah mengurangi risiko penyebaran dan penularan virus.

Namun, kegiatan pembelajaran PJOK dalam pembelajaran tatap muka secara terbatas ini di SMP Negeri 1 Comal Kabupaten Pemalang tidak dapat melakukan aktivitas fisik di luar kelas secara berkerumun. Hal itu menjadi salah satu hambatan bagi guru maupun siswa kela IX SMP Negeri 1 Comal untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Oleh karena itu, guru dituntut kreatif mencari solusi agar pembelajaran di masa pandem tetap berjalan meski dengan fasilitas yang sangat terbatas termasuk pelaksanaan pembelajaran PJOK. Dalam pembelajaran PJOK siswa telah dibekali dengan berbagai ilmu dan pengetahuan tentang kesehatan yang dapat menunjang mereka dalam mengkampanyekan hidup sehat kepada masyarakat. Guna menerapkan itu, proses pembelajaran perlu memanfaatkan media pembelajaran.

Media pembelajaran menurut Rubhan Masykur (2017:179) adalah saran yang dapat digunakan sebagai perantara yang berguna untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan yaitu dengan membuat poster yang berisi tentang ajakan hidup sehat kepada warga masyarakat.

Melalui poster tersebut, siswa dapat mengajak seluruh masyarakat yang ada dilingkungannya untuk selalu hidup bersih dan menjaga kesehatan. Poster juga telah mereka pelajari pada mata pelajaran lain seperti Seni Budaya maupun Bahasa Indonesia, sehingga dapat memudahkan siswa dalam membuatnya.

Poster kampanye kesehatan yang dibuat oleh para siswa di SMP Negeri 1 Comal dapat disebarluaskan kepada masyarakat melalui media digital maupun media cetak kertas. Bagi siswa yang memiliki alat komunikasi digital tentu akan lebih mudah dalam menyebarkan poster mereka contohnya seperti melalui pesan whatsapp, facebook, instagram, atau melalui youtube.

Namun bagi siswa yang tidak memiliki alat komunikasi digital tentu harus terjun langsung ke lingkungan dimana mereka tinggal untuk menyebarluaskan dengan cara mempelkan poster mereka ditempat umum, tentunya dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan yang berlaku di masa pandemi.

Melalui kegiatan tersebut para siswa SMP Negeri 1 Comal dapat memperoleh pengalaman langsung dilingkungan mereka tinggal, mereka akan mendapatkan berbagai macam respon langsung dari masyarakat atas hasil kerja keras mereka. Diharapkan para siswa memperoleh respon positif dari masyarakat atas apa yang telah mereka laksanakan dengan ditandai adanya perubahan dari masyarakat itu sendiri berkaitan dengan perubahan tingkah laku dan kebiasaan masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan menjaga kesehatan khususnya di masa pandemi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved