Breaking News:

Berita Tegal

Mantan Kepala Desa di Tegal Produksi Uang Palsu, Dibekuk Saat Transaksi dengan Pemesan

Satreskrim Polres Tegal berhasil membekuk komplotan pembuat dan pengedar uang palsu (upal) yang sudah beroperasi selama dua bulan terakhir. 

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda
TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at, saat memimpin rilis kasus pengedar dan pembuat uang palsu di halaman Polres Tegal, Selasa (9/11/2021). Kali ini berhasil ditangkap komplotan yang sudah beroperasi selama dua bulan terakhir. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Satreskrim Polres Tegal berhasil membekuk komplotan pembuat dan pengedar uang palsu (upal) yang sudah beroperasi selama dua bulan terakhir. 

Dalam rilis kasus yang berlangsung di halaman Polres Tegal pada Selasa (9/11/2021), pelaku terdiri dari tiga orang dengan peran masing-masing, yaitu ada yang membeli, mengedarkan, dan membuat uang palsu

Adapun, uang palsu yang dibuat yaitu pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 20 ribu. 

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at mengungkapkan, awal mula penangkapan ketiga pelaku bermula dari banyaknya informasi tentang peredaran uang palsu di wilayahnya. 

Kemudian jajaran Reskrim Polres Tegal langsung bergerak sampai akhirnya pada 4 November 2021 berhasil menangkap salah satu pelaku yaitu Amirudin. 

Saat ditangkap, Amirudin sedang melakukan transaksi menjual uang palsu di daerah jalan raya lingkar kota Slawi, Desa Kendalserut, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal

Dari penangkapan Amirudin inilah, Satreskrim Polres Tegal bisa membekuk dua pelaku lainnya yaitu Muroid alias Rois dan Ujang Efendi. 

Dari pelaku Amirudin telah berhasil diamankan barang bukti uang palsu senilai Rp 21 juta. Kemudian berhasil menangkap pelaku lainnya bernama Muroid dengan barang bukti uang Rp 250 ribu.

"Kemudian terus dikembangkan sampai akhirnya menangkap pelaku ketiga yang memproduksi, mencetak uang palsu yaitu Ujang Efendi, dengan barang bukti uang palsu sudah jadi Rp 150 ribu, dan Rp 36 juta uang palsu belum jadi," papar Kapolres Tegal AKBP Arie, pada Tribunjateng.com.

Terdapat fakta menarik terutama dari kedua pelaku. Amirudin, ternyata merupakan mantan kepala desa di wilayah Kecamatan Warureja, dan pelaku Ujang Efendi yang ternyata residivis pada kasus yang sama.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved