Breaking News:

Guru Berkarya

Mengefektifkan Home Visit pada Pembelajaran Bahasa Indonesia

Guru sebagai pendidik turut merasakan dampak yang besar dari berkembangnya Covid 19 atau disebut pandemi.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Khutarti SPdSD, Guru SDN Jetaklengkong Kec Woonopringgo Kab Pekalongan 

Oleh: Khutarti SPdSD, Guru SDN Jetaklengkong Kec Woonopringgo Kab Pekalongan

DUNIA pendidikan mengalami keterpurukan dan keprihatinan sejenak semenjak wabah Covid 19 melanda. Guru sebagai pendidik turut merasakan dampak yang besar dari berkembangnya Covid 19 atau disebut pandemi. Guru tidak dapat menolak dan menghindari pandemi ini. Akan tetapi, guru harus mampu menghadapi pandemi dengan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat.

Hal ini juga dilakukan agar proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik. Guru sebagai pendidik harus cerdas memilih dan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat. Kombinasi luring dan daring dengan tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat menjadi alternatif yang tepat untuk melaksanakan proses pembelajaran termasuk di SDN Jetaklengkong Kecamatan Woonopringgo Kabupaten Pekalongan.

Pelaksanaan proses pembelajaran jarak jauh memanfaatkan beberapa aplikasi media sosial sebagai media pembelajaran. Penerapan berbagai media pembelajaran pada proses pembelajaran ternyata menyisakan permasalahan.

Permasalahan-permasalahn yang muncul seperti minimnya kuota internet, tidak tersedianya jaringan internet di lingkungan rumah peserta didik dan berbagai permasalahan lain. Guna menanggulangi ini, perlu terobosan yang tepat dan cepat untuk melaksanakan proses pembelajaran di masa pandemi salah satunya adalah dengan metode Home Visit. WS.Winkel (1995) menjelaskan Home Visit salah satu teknik pengumpulan data dengan cara mengunjungi rumah peserta didik untuk tujuan membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi konseli dan untuk melengkapi data peserta didik.

Metode Home Visit biasa dilakukan guru Bimbingan dan Konseling (BK) tetapi karena situasi pandemi maka guru kelas juga dapat melaksanakan. Strategi ini efektif diterapkan mengingat latar belakang peserta didik yang terbatas dengan berbagai kendala terutama pada masa pandemi Covid-19 termasuk dalam menyampaikan pembelajaran materi bahasa Indonesia kelas 6 Tema 1 Subtema 1 KD. 3.1 Menyimpulkan informasi berdasarkan teks laporan hasil pengamatan yang didengar dan dibaca.

Selain itu, Home Visit menurut Thantawi (1995:47) memiliki tujuan untuk mengembangkan tingkat kepedulian orangtua terhadap masalah anak. Misalnya belum memiliki gadget yang memadai, gangguan sinyal dan terbatasnya kemampuan orangtua.

Home visit mempunyai dua tujuan, pertama untuk memperoleh berbagai keterangan atau data yang diperlukan dalam memahami lingkungan dan peserta didik. Kedua, untuk mengubah dan memecahkan permasalahan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.

Guru mengondisikan peserta didik melalui grup WA sebelum melaksanakan kunjungan ke rumah peserta didik. Guru memulai dengan membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil. Masing-masing kelompok terdiri dari dua atau tiga anak.

Kemudian guru juga menjadwal kelompok yang akan dikunjungi. Home visit yang dilakukan pada saat ini tentu berbeda teknis pelaksanaannya dibandingkan sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Penerapan protokol kesehatan harus tetap dipatuhi dan dilaksanakan.

Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain mencuci tangan, memakai masker sesuai standar yang diberlakukan dan physical distancing (menjaga jarak) aman. Dalam pelaksanaannya, guru mendatangi kelompok kecil tersebut.

Guru menjelaskan pada kelompok tersebut dengan menyampaikan materi pembelajaran. Guru menjelaskan dengan menggunakan metode tanya jawab. Dengan menggunakan metode ini, peserta didik juga dituntut sudah menguasai materi sebelumnya. Ini memerlukan ketelatenan guru agar peserta didik mampu dan paham.

Pada prinsipnya ketika bertatap muka dengan guru, materi yang belum dapat diserap langsung dapat dijelaskan kembali dan diulang-ulang sampai anak menguasai. Melalui home visit diperoleh berbagai data nyata dan juga membantu peserta didik dan orangtua.

Peserta didik merasakan kepuasan dapat bertatap muka secara langsung dengan guru dan mendapatkan pembelajaran. Peningkatan pemahaman juga terjadi, terbukti peserta didik mampu menyelesaikan evaluasi akhir dengan tepat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved