Breaking News:

Berita Video

Video Sosok Mbah Djumani Pejuang Asal Demak Ikut Pertempuran Lima Hari

Memperingati Hari Pahlawan 10 November, masih banyak para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang masih hidup.

Ia dirawat oleh anak dan cucunya yang berada di sebelah rumahnya.

Ia bersyukur bahwa Indonesia, khususnya Pulau Jawa, tempat yang ia perjuangkan dan tinggali kini, bisa aman dan tenteram.

Dari data Kantor Kaminvetcad IV-22 Kabupaten Demak, di Desa Sriwulan sendiri terdapat satu lagi pejuang kemerdekaan selain Djumani, bernama Sugiarto, yang sudah meninggal.

Kepala Desa Sriwulan, Zamroni, mengungkapkan bahwa selain Djumani dan Sugiarto, masih ada beberapa nama lain di desanya yang juga menjadi pejuang 1945.

“Betul, jadi Pak Djumani itu salah satu pelaku perjuangan yang masih ada, disamping terdapat banyak warga lain yang juga memperjuangkan kemerdekaan pada waktu itu,” ujarnya.

Djumani sendiri mendapatkan gaji pensiunan dan sejumlah subsidi lain dari penerintah. 

Di Desa Sriwulan juga terdapat patung simbol seorang pejuang yang membawa senjata melawan penjajah.

Zamroni mengatakan bahwa di daerah Sriwulan pernah terjadi peperangan dan pertumpahan darah.

Rakyat kala itu menghadang tentara Belanda dari Semarang yang masuk ke wilayah Demak.

Maka dari itu, dibuatlah simbol patung pejuang yang menghalau para penjajah. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved