Berita Semarang

Banjir di Sejumlah Wilayah Semarang setelah Hujan Deras, DPU Upayakan Genangan Tak Berlangsung Lama

Hujan yang menerjang Kota Semarang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Hingga Kamis (11/11/2021), beberapa wilayah masih tergenang.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG
Genangan air di kawasan Alun-alun Masjid Agung Kauman Semarang dari hujan deras yang turun Rabu (10/11/2021) sore). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hujan yang menerjang Kota Semarang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.

Hingga Kamis (11/11/2021), beberapa wilayah masih tergenang antara lain Gebanganom dan Muktiharjo.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang menyampaikan, banjir terjadi lantaran aliran air yang tidak lancar.

Di samping itu, sampah yang menumpuk di saluran air juga menyebabkan banjir di sejumlah titik.

Baca juga: Gubernur Ganjar Kumpulkan Bupati, Walikota dan Pimpinan DPRD se-Jateng, Ingatkan Tidak Korupsi

Baca juga: Penampakan Ayam Pelung Harga Rp 5 Juta, Bisa Berkokok Lama Seperti Lolongan Serigala

Wilayah banjir masih sama seperti tahun sebelumnya antara lain Citarum, Dr Cipto, Gajah, Muktiharjo, Mataram, Mangkang, Soekarno Hatta, dan beberap wilayah lain.

Namun, dia mengupayakan genangan tidak berlangsung dalam waktu lama.

"Ini jadi titik-titik perhatian kami. Seluruh pegawai DPU kami kerahkan. Kami cek aliran. Titik-titik yang jadi penyebab, kami carikan solusi. Yang perlu dibongkar segera dibongkar. Wilayah rawan banjir masih sama, tapi kami upayakan kalau bisa satu jam bisa surut," papar Rianung.

Menurutnya, penanganan banjir jangka panjang masih terus dilakukan oleh DPU dan BBWS.

Misalnya di Muktiharjo Kidul, BBWS masih melakukan pendalaman kolam. Pembangunan pompa di Pasar Waru juga sedang berjalan.

Di Jalan Gajah, DPU berencana memperbaiki sistem aliran air. Ke depan, pihaknya juga akan menerapkan desain saluran dilengkapi dengan kantung air.

Kantong air ini berfungsi untuk menampung air sementara saat air mengantre masuk ke saluran.

Sehingga, air tidak akan menggenang di jalan saat terjadi hujan lebat dalam kurun waktu yang lama.

"Sekarang desain itu belum ada di Semarang. Ke depan kami mencoba desain tersebut dalam pembuatan saluran," katanya.

Sementara di wilayah Mangkang, dia menjelaskan, banjir terjadi lantaran masih ada pembangunan jalan nasional.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved